Archive for the ‘pribadi’ Category

Apa Memang Begitu?

November 7, 2010

“Dulu, saya telah menyusun tesis ketika saya belum terdaftar sebagai mahasiswa S2. Dan saat belum lulus S2, saya sudah menyusun disertasi untuk program doktoral saya. Kenapa? Karena saya tahu, ujungnya S2 itu yang buat tesis, dan S3 itu bikin disertasi.”

Pernyataan itu keluar dari salah satu dosen saya, yang menyandang gelar guru besar di usia muda. Ia menyarankan mahasiswanya untuk tidak menunda sesuatu yang dapat dikerjakan saat ini, untuk selalu selangkah lebih maju dibanding yang lain. (more…)

Rigth Issue vs Wrong Issue

April 12, 2009

logo-bursa-efek-indonesiaMenjadi pekerja media di Indonesia itu gampang-gampang susah. Kita dituntut untuk tahu segala hal dan siap ditempatkan di desk manapun. Jangan heran, jika tiba-tiba anda dipindahkan ke pos liputan yang sama sekali tidak anda pahami.

Boleh jadi, anda yang sarjana ekonomi diperintahkan liputan di desk kriminal. Adalah hal biasa, lulusan Pendidikan Agama Islam UIN/IAIN/STAIN, jadi wartawan politik. Alumnus fakultas teknik, disuruh memantau pertandingan basket. Anda yang sama sekali tak paham hukum, sangat mungkin diperintah nongkrong di kejaksaan dan pengadilan. Dan apa boleh buat, anda harus siap! Tidak ada alasan: tidak bisa. Harus bisa—seperti judul bukunya Presiden SBY. Hahahaha. (more…)

Tombo Ati

April 14, 2008

Hati adalah organ vital bagi kita. Sama vitalnya dengan ‘alat vital’. Hati harus diurus dengan hati-hati, tidak hanya secara fisik, tapi psikis dan batiniah. Ilmu kedokteran menyebutkan, hati atau lever adalah organ paling besar dan paling berat dalam tubuh manusia. Beratnya mencapai 3 pound atau 1,3 kg. Organ yang berada di bagian atas sebelah kanan abdomen dan di bawah tulang rusuk.

Hati berfungsi menyaring racun dan melakukan proses detoksifikasi secara optimal. Jika hati anda sakit, racun yang masuk bakal tertumpuk dan tubuh rentan terkena penyakit serius, salah satunya sirosis. Karena itu, hati harus dijaga jangan sampai sakit.
Saat bayi masih di kandungan, hati berperan sebagai organ utama pembentuk darah. Saat tumbuh menjadi seorang manusia, fungsi pokok hati adalah menyaring dan mendetoksifikasi segala sesuatu yang dimakan, dihirup, dan diserap melalui kulit. Ia menjadi pembangkit tenaga kimia internal, mengubah zat gizi makanan menjadi otot, energi, hormon, faktor pembekuan darah, dan kekebalan tubuh. (more…)

Saya Punya 2

Maret 20, 2008

Selasa, 02 Januari 2007, Pijar merah senja baru menghilang. Seperti biasa, saya di kantor mengerjakan kerja rutin mekanik. Belum tuntas tugas, pak bos meminta saya menemani dia menemui partner kerja.
(more…)

Tiga Batang Rokok

Februari 17, 2008

Panta rei. Hidup itu mengalir seperti air. Semua selalu berubah serba tak pasti. Hanya perubahan itu yang pasti. begitu lagu lama yang diungkapkan filosof Yunani Heraklitos (edit: bukan Parmenides) berabad-abad kepungkur.

Roda hidup berputar menggelinjang mengikuti harmoni alam. Tiap detik (bahkan sepersekian detik), tiap menit, jam, hari, bulan, tahun, manusia menemui pengalaman berbeda, khas, unik. Karena berbeda itu, semestinya tidak ada kosakata jenuh, jengah, dan bosan, bahkan umpatan ‘ingin cepat mengakhiri hidup!’.
(more…)

Scanner

Februari 10, 2008

X: Cak, anak saya diprediksi lahir akhir Maret. Insya Allah lanang.

Y: Alhamdulillah. Kok ngerti nek anakmu lanang? Wes di-scan tah?

X: %$*(^%$. USG maksutmu?

Y: Iya..USB.

Semiotika Jawa

Februari 8, 2008

Bahasa, verbal atau non-verbal, adalah cara untuk menyampaikan pesan, salah satu model untuk berkomunikasi. Terkadang tidak penting apakah bentuk bahasa yang kita ucapkan sudah sesuai dengan kaidah linguistif formal atau tidak, yang penting pesannya tersampaikan.

Kata orang-orang cerdas ahli semiotika, bahasa itu dipahami sebagai tanda. Tanda yang merepresentasikan komunitas tempat bahasa itu biasa terucap. Bahasa adalah produk budaya, sekaligus budaya itu sendiri. Ia khas, sama khasnya dengan kultur-tradisi si pengguna tanda. Halah..kok mbulet ngono yo? (more…)

Iman yang Bukan Brotoseno

Februari 5, 2008

Tuhan menjanjikan ganjaran bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa (barangnya siapa) yang beriman pada-Nya, niscaya akan mendapat gaji setimpal kelak di hari akhir. Tentu imbalan itu disesuaikan dengan derajat keimanan seorang hamba. Begitu kata pada Dai Pengkhotbah.

Okeh. Saya percaya. Betul-betul percaya. Saya meyakini janji itu. Cuma masalahnya bagaimana cara mengukur derajat keimanan kita? Anda punya jawabnya? Silakan di share.

Kalau saya. Ini menurut saya lho. Cukup mudah untuk mengukur ketebalan iman seseorang. Anda cukup meluangkan waktu di kamar hotel, berdua dengan makhluk seksi, cantik, nan aduhai (tentu yang bukan muhrim dan istri sah), tanpa sehelai benangpun. Jika dalam semalam anda diam, tidak melakukan apa-apa, tidak membiarkan tangan anda meraba sesuatu di kegelapan (dan di keterangan), berarti anda lulus ujian. Derajat keimanan anda benar-benar tinggi, tebal, tidak cemen, dan pantas mendapat kapling di sorga kelak.

Lah jika ada seseorang yang terlalu mudah tergoda melihat sebuah blog dan jantungnya berdetak kencang dagdigdud-der, bagaimana?

Kaos Gombal Gratisan

Februari 2, 2008

kaos-gombal.jpg

Sebenarnya saya mau kirimkan kaosnya ke gudangnya paman gembul gombal tyo. Tapi takut gak diterima, soalnya hanya kaos gratisan dan lusuh lagi. Ini kaos saya dapatkan pertengahan 2004 ketika masih sibuk mendelengi papan skor dan gerombolan orang berebut bola, berlari mendekat keranjang sampah, dan berucap its show time!

Area pertempuran saya ketika pertama kali berperang untuk kerajaan gunung lontar ya di situ itu: seputar lapangan dan panggung orang berebut dan saling lempar bola. Hampir setahun saya riwa-riwi sana-sini mewawancara orang-orang bertubuh jangkung nan atletis (termasuk sebagian manusia di pabriknya Sam Hedi Alakadarnya), ndak pendek semampai seperti saya. Sesekali saya juga menengok lapangan sebelah, kolam putri duyung nan seksi, dan tempat petinggi iseng melongok hole in one. Dan banyak lainnya.

Karena setahun bersama orang-orang sehat, saya juga sehat. Sehat, sebab selama setahun pula saya dapat kaos gratisan dan ndak perlu beli di kios dan gudang-gudang megah, salah satunya ya kaos kesayangan saya ini (saya punya dua.hahaha). Karena gratisan, ya saya ndak perlu protes kalau bahannya tidak terbuat dari kain katun atau beludru mewah. Lah wong gratis, mau minta yang bagus.

Ini memang kaos kesayangan saya. Meski jelek dan sekarang sudah lusuh, saya masih suka memakainya. Gombalnya itu loh yang bikin saya klepek-klepek, sama gombalnya dengan paman gombal dan gerombolan blogger muda bahtiar dkk. 😀

karena gambarnya gak pati jelas, saya tulis aja:
10 Rayuan yang Bikin Cewek Klepek2:
1. Di luar gak ada pelangi, tapi kenapa ada bidadari berdiri di depanku?
2. Kalau kamu menangis, ada banyak tissu di bahuku.
3. Di luar mendung, untung ada kamu yang menyinari hatiku.
4. Aku heran…kenapa kamu gak capek lari-lari di pikiranku?
5. Kalau bareng kamu, aku harus diet kolesterol, supaya gak jantungan.
6. Semalem ada bintang jatuh, sekarang permohonanku terkabul.
7. Kata dokter, satu tulang rusukku patah, dan menjelma menjadi kamu?
8. Saya pikir minuman ini manis, eh ternyata karena ada kamu?
9. Pengetahuanku tentang bunga terbatas, kalau seindah kamu namanya apa ya…
10. Ada ruang kosong di hatiku yang selalu terkunci. Ah ternyata kuncinya ada di kamu.

Kedatangan 2 Kyai Sadrach

Februari 2, 2008

Pagi tadi saya kedatangan tamu istimewa: dua orang yang tidak menawarkan apa-apa, tapi menyuguhkan semacam majalah spiritual plus diskusi tentang kematian dan pornografi. Mereka memperkenalkan diri sebagai Heno dan Parahi
”Maaf mengganggu istirahat sebentar. Kami tidak menawarkan apa-apa. Kami hanya ingin memberikan sebuah informasi tentang ini dan ini,” kata mereka sambil menunjukkan sebuah buletin kecil berisi artikel tentang kematian, pronografi, dll.

Ini adalah kunjungan pertama mereka ke rumah saya. Karenanya, wajar kalau saya mengambil sikap defense, curiga, dan sedikit mengerutkan kening. Bukan karena apa-apa. Ini Jakarta yang setiap hari kita selalu bersinggungan dengan manusia yang tidak kita kenal dan menawarkan banyak hal: entah itu informasi, barang-barang kebutuhan yang tidak dibutuhkan, bahkan meminta sumbangan untuk ini itu. (more…)