Demi Anakk Yg Tercinta

demianak

Sabtu (22/11) dini hari. Wajahnya tak tampak. Hanya secuil dengkul melongok dari balik gerobak. Sepertinya ia tertidur pulas. Melepas lelah setelah seharian mengais yang tersisa, menjumput yang terbuang.

’Demi Anakk Yg Tercinta’
Ia adalah salah satu potret kusut Jakarta. Potret yang sudah puluhan tahun diabadikan. Potret yang seakan tak pernah ’rusak’ meski diguyur ’hujan’. Hujan sumbangan, proyek APBD, APBN, dan lembaga donor, tak mampu merusak potret itu.

‘Demi Anakk Yg Tercinta’
Ia jelas tak tahu malam itu ada ratusan manusia yang ‘nongkrong-ngopi-ngudud-nggacor’ di sebuah bunderan, salah satu simbol ibukota. Ia juga tak tahu esoknya ada pesta, pesta untuk susiati. Ya ia tahu mungkin hanya senyum manis mengembang dari seorang bocah yang selalu menunggu kedatangannya.

‘Demi Anakk Yg Tercinta’
Anak adalah buah hati, bukan buah dada. Ia jelas tidak peduli dengan ratusan, bahkan ribuan buah dada, yang bertebaran di setiap sudut remang ibukota. Buah dada yang menunggu dijamah. Buah dada yang pemiliknya menunggu asupan kertas bergambar pahlawan.

’Demi Anakk Yg Tercinta’
Bagi yang masih percaya, anak adalah adalah titipan Ilahi. Titipan yang harus dijaga agar tumbuh, berkembang, berguna, dan menjumput cita-cita tertunda dari orang tuanya.

’Demi Anakk Yg Tercinta’
Ini adalah sifat alamiah makhluk hidup. Tak hanya manusia, burung pun sibuk mencungkil makanan untuk anak-anaknya yang menunggu di sarang. Ia membanting tulang, bahkan membanting apa saja, agar esok anaknya bisa tersenyum. Ia bukan orang yang serakah dan panik saat harga saham rontok. Ia tak peduli apa itu suspend. Yang ia harapkan hanya senyum mengembang dari anak-anaknya.

’Demi Anakk Yg Tercinta’
……………………………………………….(*)

9 Tanggapan to “Demi Anakk Yg Tercinta”

  1. adit-nya niez Says:

    Anak adalah buah hati, bukan buah dada. Ia jelas tidak peduli dengan ratusan, bahkan ribuan buah dada, yang bertebaran di setiap sudut remang ibukota. Buah dada yang menunggu dijamah. Buah dada yang pemiliknya menunggu asupan kertas bergambar pahlawan.

    Sindiran yg halus… :mrgreen:

    Btw, gimana kabarnya evan oom? Sehat??
    Adeknya jg gmana??

    😀

  2. Hedi Says:

    dia punya banyak anak, karena “k”-nya jamak 😛

  3. adit-nya niez Says:

    Walah… Pake moderasi segala komennya…

  4. gusragil Says:

    wah apik tenan sutiing gambare diamana nie

    mampir sebentar kang salam kenal aj

  5. guspitik Says:

    batu dari kyai langitan darimu itu masih kusimpan…

  6. omiyan Says:

    Intinya kita mau mencari uang dengan CARA APAPUN sesungguhnya demi kelangsungan anak-anak kita dimasa mendatang walau DENGAN CARA APAPUN…….

  7. bangsari Says:

    begitulah, endonesia memang bhineka tunggal ika. ada yang kaya dan terlalu banyak yang miskin. lengkap ya?

  8. TELO GORENG Says:

    tulisan sebenarnya;
    DEMI ANAKK YG TERCINTA atau DEMI ANAKKU YG TERCINTA

    itu tidak penting lagi…. sebab ada yg lebih penting; ANAK

  9. ikhsan Says:

    sungguh mengharukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: