Sesat Fikir

Mungkin ini salah satu contoh ‘sesat fikir’. Sebuah kalimat yang sengaja dibuat agar terkesan logis, tapi sebenarnya menabrak prinsip-prinsip logika.

Semua manusia akan mati   (Premis mayor)
Socrates adalah manusia   (Premis minor)
Socrates akan mati    (Konklusi)

contoh silogisme sederhana seperti di atas sering saya dengar ketika belajar ilmu logika dasar. Kalimat ‘Saya peduli nasib wong cilik, karena itu saya pakai bbm non subsidi’ tentu sangat mudah dipatahkan oleh siapapun, bahkan bagi mereka yang sama sekali tak pernah mempelajari filsafat logika.

Wong cilik sudah terlanjur identik dengan PDIP. Dan karena itu, mudah ditebak, yang bikin spanduk itu pasti ada kaitannya dengan partai berlambang banteng gemuk itu. Saya menemukan spanduk itu di salah satu pom bensin di kawasan Tebet Jakarta, pom bensin yang kabarnya milik Taufik Kiemas-orang nomor 1,5 di PDIP. (1,5? karena ‘orang nomor 1’ = ketua umum = Megawati Soekarnoputri. Sedangkan orang nomor 2 = sekjen partai. Kalau suami ketua umum berarti dinamakan ‘orang nomor 1,5).

Saya peduli nasib wong cilik, karena itu saya pakai bbm non subsidi’ bisa disetarakan dengan menyatakan ‘saya peduli dengan demokrasi dan hak asasi manusia, karena itu saya mengoleksi 15 mobil ford mewah di garasi rumah’.  Kenapa begitu? Karena Ford punya Ford Foundation yang banyak memberi dana ke sejumlah NGO yang concern pada demokrasi dan HAM. (*)

18 Tanggapan to “Sesat Fikir”

  1. Bruce McIntire Says:

    Nice writing style. I look forward to reading more in the future.

  2. antown Says:

    pertamaks!!!

  3. antown Says:

    scriptwrite pada spanduk itu kok rasanya agak gimana gitu….
    lalu pemilihan warnanya juga kurang eye catching

    ah, nggedabrusz aku

  4. Singal Says:

    sama juga dengan “saya peduli dengan wong cilik, karena itu saya berlibur di Puncak”

  5. bangsari Says:

    megawati dan taufik kiemas itu memang bianya penyesatan logika. lha gimana tidak, wong calon presiden bodo ndak mutu dan mutungan gitu kok menggunakan simbol-simbol soekarno. ya jelas ndak nyambung. ndak ada kelas deh…

  6. Hedi Says:

    hahaha nyesek banget postingan iki, peduli wong cilik kok urip e berfoya2

  7. Edi Psw Says:

    Kalimat yang pertama enak didengar, tapi kalimat yang kedua, wah ….

  8. Ndoro Seten Says:

    makane jangan mau disesatkan to yo!

  9. -=«GoenRock®»=- Says:

    Mari kita pake minyak jelantah sajah!

  10. nothing Says:

    hehehe, lucu tenan..
    hidup monyong putih…
    *no offense*

  11. grubik Says:

    ha..ha..
    orang nomor 1,5 yang peduli wong cilik ya?

  12. Iman Brotoseno Says:

    wong cilik itu masih icon yang gampang ditunggangi.
    Repotnya wong cilik nggak merasa ditunggangi. Ciloko ra ?

  13. Aris Heru Utomo Says:

    wong cilik bodoh, wong bodoh mudah ditipu, jadi wong cilik mudah ditipu. Sopo sing nipu? ya sing merasa peduli karo wong cilik, seperti Manusia 1,5 and the gank.

  14. eko Says:

    moga pemimpin kita masa depan, tidak hanya bagus pada slogan2-nya aja, tapi benar2 memperhatikan nasib orang2 kecil..moga Indonesia tambah sejahtera.amiin..

  15. Nazieb Says:

    Yang penting kan bukan isi dari spanduknya..
    Tapi siapa yang mendanai pemasangan spanduk..
    😀

  16. Kaboer Kanginan Says:

    Sekarang ini partai yang menyebut diri dukung wong cilik udah nambah lho sama partai gurinda. Berarti bakal banyak saingan spanduk tuh Mas Taufik

  17. devari Says:

    hehehe, kontradiksi memuncak, saya peduli wong cilik makanya koleksi 15 mobil ford lol

  18. escoret Says:

    GITU KOK YA NYALON LAGI YA..???
    GA TAHU DIRI BENER..!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: