Archive for Oktober, 2008

Sesat Fikir

Oktober 27, 2008

Mungkin ini salah satu contoh ‘sesat fikir’. Sebuah kalimat yang sengaja dibuat agar terkesan logis, tapi sebenarnya menabrak prinsip-prinsip logika.

Semua manusia akan mati   (Premis mayor)
Socrates adalah manusia   (Premis minor)
Socrates akan mati    (Konklusi)

contoh silogisme sederhana seperti di atas sering saya dengar ketika belajar ilmu logika dasar. Kalimat ‘Saya peduli nasib wong cilik, karena itu saya pakai bbm non subsidi’ tentu sangat mudah dipatahkan oleh siapapun, bahkan bagi mereka yang sama sekali tak pernah mempelajari filsafat logika.

Wong cilik sudah terlanjur identik dengan PDIP. Dan karena itu, mudah ditebak, yang bikin spanduk itu pasti ada kaitannya dengan partai berlambang banteng gemuk itu. Saya menemukan spanduk itu di salah satu pom bensin di kawasan Tebet Jakarta, pom bensin yang kabarnya milik Taufik Kiemas-orang nomor 1,5 di PDIP. (1,5? karena ‘orang nomor 1’ = ketua umum = Megawati Soekarnoputri. Sedangkan orang nomor 2 = sekjen partai. Kalau suami ketua umum berarti dinamakan ‘orang nomor 1,5).

Saya peduli nasib wong cilik, karena itu saya pakai bbm non subsidi’ bisa disetarakan dengan menyatakan ‘saya peduli dengan demokrasi dan hak asasi manusia, karena itu saya mengoleksi 15 mobil ford mewah di garasi rumah’.  Kenapa begitu? Karena Ford punya Ford Foundation yang banyak memberi dana ke sejumlah NGO yang concern pada demokrasi dan HAM. (*)

Beda Keyakinan

Oktober 8, 2008

Perbedaan keyakinan tak jarang memicu konflik. Ketika seseorang memiliki fanatisme berlebihan terhadap agamanya tanpa ada upaya untuk untuk memahami dan memaklumi keyakinan orang lain, itu bisa menjadi akar seteru. Di daerah dan Negara tertentu, konflik karena berbeda paham keagamaan, dapat memunculkan benturan berdarah-darah.

Setiap agama sebenarnya mengajarkan toleransi. Tidak ada paksaan dalam beragama. Memilih keyakinan adalah hak mendasar bagi semua manusia. Anda tidak bisa memaksa saya untuk ikut dan tunduk pada keyakinan anda. Demikian juga sebaliknya.
(more…)