Konsistensi Mboh

Susahnya menjaga konsistensi. Manusia biasa dinilai, dipahami, dimengerti, dicitrakan, dari apa yang dia sering lakukan. Pencitraan, stigmatisasi, muncul karena ada pengulangan-pengulangan.

Konsistensi itu penting, bahkan konsisten dalam inkonsistensi. Kita tahu, stigma konsisten dalam inkonsistensi itu banyak melekat pada diri Gus Dur. Gus Dur dianggap inkonsisten karena pemikirannya yang susah dimengerti, langkah politiknya yang meliuk-melompat seperti dewa mabuk.

Menulis juga butuh konsistensi. Mboh kah…

7 Tanggapan to “Konsistensi Mboh”

  1. bangsari Says:

    oh, sampeyan itu gusdur to? cium tangan gus….

  2. iman brotoseno Says:

    Gus Dur itu wali..weruh sang durunge winarah
    jadi jangan protes,…nggak dengerin sabdanya saja kuwalat

  3. pema Says:

    @Mas Iman
    Gusdur = wali??? Wah saya masih bingung juga nech definisi wali itu!!!!…berarti Gus Pitik juga sama donk….!!!

  4. hanggadamai Says:

    penyebab inkonsistensi apa mas??

  5. guspitik Says:

    ada yang menyebut2 saya kayaknya…
    begitulah..sodara2…saya adalah wali….

  6. kw Says:

    konsisten aja untuk tak konsisten…
    🙂

  7. antown Says:

    doaian saja saya bisa konsisten dalam ngeblog. bukan begitu? bukaaaaaaaaaaaaaann!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: