Partai Krupuk

partai krupuk indonesia

Dia tiba-tiba mengagetkan saya. Menyalip dan dengan lincahnya zig-zag diantara seliweran mobil dan motor lain di sepanjang jalan Gatot Subroto Jakarta.

Saya tentu tidak heran dengan keahlian pengendara motor di kota ini dalam mencari celah, berbelok di sela kemacetan, bergerak cepat entah mengejar apa. Yang bikin saya gumun adalah ‘bendera kerupuk’ di jok belakang motor dia.

Ada dorongan untuk menguntitnya dan mencari cara agar bisa mendapat kesempatan memotret. Jujur kala itu saya ingat paman tyo, yang ahli urusan beginian.

Jelas ini bukan lelaku biasa. Lazimnya, pengendara motor biasa mengibarkan bendera dengan gagahnya ketika akan dan usai menghadiri apel akbar sebuah partai politik atau organisasi kemasyarakatan. Atau seikat kertas kuning saat mengiring jenazah ke peristirahatan terakhir.

Entah apa obsesi pembawa bendera krupuk satu ini. Mencari sensasi kah? Mungkin iya. Mungkin pula tidak. Tentu saya hanya bisa menerka ‘pesan’ yang ia bawa. Sebab, tak mungkin saya mencegatnya, mengaku sebagai pekerja media—apalagi bloger—lantas mewawancara dan menanyakan sebab-musabab dia mengibarkan bendera krupuk di jalanan.

Kerupuk adalah makanan khas kesukaan saya yang biasa menjadi pelengkap saat bersantap. Makan seakan tak asyik tanpanya. Sarapan boleh tanpa ayam panggang, asal ada kerupuk krues-krues..

Dulu, saat nyantri, kerupuk adalah makanan penyelamat ketika kiriman dari orang tua tak kunjung datang. Cukup dengan memasak nasi, yang airnya dicampur garam, plus sambel trasi, dan tentu saja krupuk, nikmat sudah..Murah meriah, meski tak lengkap gizi.

Kembali soal pengibar bendera krupuk. Mungkin dia adalah PR-humas sebuah perusahaan krupuk yang berharap ada orang iseng memotret dan mempublikasikannya melalui media konvensional ataupun blog.

Saya tak berprasangka buruk dan menuding dia adalah aktivis organisasi tertentu yang berniat keluar dari NKRI dan membentuk negara sendiri. Mungkin itu bagian dari protes terhadap kebebalan pemimpin negeri ini yang berlagak buta-tuli terhadap susah-resah rakyatnya.

Bisa jadi ini ada kaitannya dengan rencana pemerintah kita yang berniat menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). ”Tolong..jangan naikkan BBM. Kami, rakyat kecil, hidup susah, makan tak tentu, itupun hanya dengan lauk krupuk, akan semakin susah jika BBM dinaikkan.”

Menaikkan harga BBM jelas bukan kebijakan populis. SBY-JK tentu punya banyak argumen ketika—dengan terpaksa—memutuskan itu. Ada yang bilang, Subsidi BBM selama ini justru dinikmati kaum kaya berpunya pemilik mobil mentereng. Kenaikan harga BBM justru akan meningkatkan subsidi langsung untuk rakyat miskin. Apa benar begitu? Entahlah.

Memang, mayoritas rakyat kita bukan pengendara mobil mewah. Mereka tidak pusing membeli bensin, karena memang tidak punya mobil. Tapi toh ada efek domino ketika BBM dinaikkan. Harga kebutuhan pokok ikut terkerek naik, sementara pendapatan tak kunjung tambah.

Ah…pusing saya. Jangan-jangan dia hanya iseng. Atau baru saja menghadiri pembentukan partai baru: Partai Krupuk Indonesia.

25 Tanggapan to “Partai Krupuk”

  1. aRuL Says:

    hahahaha….
    tapi2 kenapa koq krupuk ditaruh di situ?
    aya aya wae 😀

  2. Aris Says:

    Habis menghadiri pembentukan Partai Kerupuk Indonesia atau menghadiri munaslub Partai Kerupuk Bangsa ?

  3. paman tyo Says:

    hidup kerupuk! kriukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!

  4. hanggadamai Says:

    kalo mas aja pusing apalagi diriku 😦

  5. Yoyo Says:

    Mendukung Partai Kerupuk Bangsa aja………………….

  6. ebeSS Says:

    he3 . . . urusan begini . . . langsung ‘close up’ ae sam . . !
    nggak perlu terlalu trauma dengan UU ITE . . .
    lha lek fotone krupuk mek cilik ngono . . . gak wareg2 . . 😛
    *paling nggak lebih gede dari helm2 itulah . . . .

  7. escoret Says:

    wakakakkaka..keren….
    tapi,klopun ada..aku bakal milih partai itu..kekkeke

  8. evi Says:

    ‘makan belum lengkap tanpa krupuk’
    memang bener itu 🙂

  9. gempur Says:

    wakakakakakakakkakakak….

    dasar.. insting pama tyo benar2 merasuk ke sampean mas yus… xixixixixixixi

  10. mikow Says:

    heheehe.. orang cileduk tuh 🙂

  11. nothing Says:

    kalo bawa cawet dadine partai cawet

  12. Hedi Says:

    hahaha itu paling diisengin temennya, yus

  13. sluman slumun slamet Says:

    hahahahahahahaa….
    setelah saya lihat berkali-kali baru nyadar ada kerupuknya beneran…

  14. Rafki RS Says:

    Ide bagus juga tuh bikin Partai Kerupuk Indonesia. Mudah diingat dan pasti disukai semua orang. Siapa sih yang nggak suka kerupuk di Indonesia ini? Bisa menang tuh partainya dalam Pemilu mendatang.:mrgreen:

  15. antown Says:

    kerupuk dimakan sama timun paling uenak rasane. Makanan murah meriah tapi bikin perut kenyang sementara

  16. adit-nya niez Says:

    Ahahaha… Kekuarangan bendera… :mrgreen:

  17. hafidzi Says:

    BBM oh BBm
    liat karikatur,
    bercerita tentang Mesir lagi bersedih, bendera Kuwait malah tertawa:D
    =>mesir jg lg kenaikan bbm nih, cuman ngga terllu tinggi jg si:D

    slm knl,

  18. galih Says:

    PRI ajha : partai rokok indonesia.
    heran,knapa bukan rokok sich yang dinaikin.. bukan bbm?!

  19. coekma Says:

    ndak jelas… pengen kenalan…

  20. Ndoro Seten Says:

    krupuk adalah simbol pertahanan hidup bagi wong cilik…..

  21. Nevil Says:

    Nevil says : I absolutely agree with this !

  22. threepence Says:

    threepence says : I absolutely agree with this !

  23. Mommo Says:

    Hahaha… Mas, mending kerupuknya diminta, lalu dikasih ke evan. 😀

  24. Ndoro Seten Says:

    bukannya di perbatasan tangerang itu sudah ada partai indah krupuk?

  25. robee Says:

    haha..
    seru juga.
    partai kerupuk!

    saya dan keluarga sih pengin bikin partai ember.
    secara keluarga saya dagang ember..
    hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: