Credit Point

Sapa sih loe?apaan sih loe? Pertanyaan seperti itu bagi warga Jakarta tidak terlalu bermakna. Di sini, kota pusat negeri ini, yang lebih bermakna adalah ‘berapa’, bukan ‘siapa’, ‘apa’, atau ‘kapan’.Tidak penting anda siapa, tapi seberapa banyak anda berpunya.

Kata ‘berapa’ merujuk pada angka. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘berapa’ dimaknai sebagai kata tanya untuk menanyakan bilangan yg mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu.  Berapa anda punya rumah, mobil, uang, dan mungkin istri. Di Jakarta, warga lebih melek angka dibanding melek huruf. Karena itu, jika bertemu, atau hendak bertemu, dengan warga Jakarta, tidak ada salahnya anda terlebih dahulu merapal angka-angka dan memahami filosofi di balik deretan angka-angka tersebut.

Kita mulai dari angka 1 (satu). Angka ini biasanya dipakai untuk sesuatu yang ‘ter’. Terbaik, terjelek, terpandai, dan ter-ter lainnya. Contoh: Andi anak cerdas. Dia selalu juara satu di kelas. Satu juga berarti kesendirian, tanpa padanan.

Angka 2 (dua) merujuk pada kebersamaan, tapi terbatas. Angka ini juga identik dengan ke-hampir-an, capaian yang kurang sempurna, tapi bisa juga sebagai simbol perdamaian (peace) atau kemenangan (victoy) jika anda mengacungkan dua jari—jari telunjuk dan jari manis. Dulu di jaman Orde baru, simbol V dengan dua jari, identik dengan Golkar. Partai nomor dua yang selalu nomor satu.

Dua juga bisa berarti negatif. Hampir semua wanita misalnya, tidak mau dinomorduakan.

Tiga (3) adalah angka ganjil yang manis. Banyak orang suka. Itu bisa dilihat misalnya dengan mengamati kecenderungan para blogwalker (opo maneh iki) meninggalkan 3 kali comment di tulisan bloger. Hetrik katanya. Mereka begitu senangnya tulis comment hetrik sampai jingkrak-jingkrak seperti ketika seorang striker berhasil menyarangkan bola 3 kali ke gawang lawan.

Angka tiga juga bisa identik dengan barang murahan. Anda bisa lihat misalnya di pasar-pasar tradisional banyak pedagang menawarkan CD (compact disk) bajakan dan CD (campes disk) bau seharga Rp 1000/3. Jika dikalkukasi, harga satu CD (compact disk ataupun campes disk) hanya Rp 333,33333333333……murah bukan?

Empat (4), four, atau catur, melambangkan keseimbangan. Lihatlah bentuk kamar,bungkus rokok, dan papan catur. Bentuknya persegi empat, meski sebenarnya delapan, bahkan dua belas.

Lima (5), dalam bahasa Inggris: Five. Angka ini saya maknai sebagai sesuatu yang seksi, genit, dan mengundang syahwat, apalagi jika ditambahkan huruf V dan Rahmawati—Five V Rahmawati. Anda pasti suka angka ini. Hahahaha

Enam (6) itu angka mengkhawatirkan, simbol titik aman terendah. Salah sedikit, bisa masuk jurang. Anda yang memiliki angka ini, harus hati-hati, terutama yang masih berkutat di bangku sekolah.

Tujuh (7) banyak dikenal sebagai angka keramat, mistis, dan penuh misteri. Tak jarang angka ini dipakai untuk sumpah serapah. Misal: Saya kapok jadi TKI di Malaysia! Pokoknya jangan sampai anak-cucu saya sampai tujuh turunan ke sana! Atau anak cucu-saya sampai tujuh turunan haram makan jengkol!

Delapan (8). Angka ini tidak jauh berbeda dengan empat (8), perlambang harmoni. Tidak mencang-menceng, kecuali disengaja atau tidak pandai berhitung dan buta rumus.

Sembilan (9) adalah angka tertinggi yang bisa dicapai makhluk hidup, termasuk manusia. Angka ini adalah perlambang ketidaksempurnaan manusia. Tuhan memiliki 99 nama, biasa dikenal sebagai asma’ul husna, itu bisa dimaknai sebagai peringatan kepada manusia bahwa ilmu yang dimilikinya memiliki keterbatasan. Sebesar apapun usaha anda mengenal Tuhan, anda tetap tidak akan mampu mengungkap semua misteri dan ayat-ayat-Nya.

Sepuluh (10). Angka ini terdiri dari angka satu (1) dan Nol (0). Gabungan dua angka tersebut bisa dimaknai sebagai kesempurnaan sekaligus kehampaan. Makanya bisa dimaklumi jika tidak ada angka khusus seperti 0 sampai 9 sebagai perlambang angka sepuluh. Dalam hampa ada sempurna. Dalam kekosongan ada isi. Dalam isi ada kosong. Kosong adalah isi. Isi adalah kosong. Demikian seterusnya.

Dari semua itu, sebenarnya ada dua angka yang memiliki credit point, yakni Enam (6) dan Delapan (8). Tapi credit point dua angka ini tidak bisa dimaknai sebagai nilai lebih, nilai tambah. Ia harus dipahami secara harfiah. Credit = kredit atau cicilan. Point = angka. Dengan kata lain, credit point-nya angka 6 dan 8 adalah simbol barang kreditan atau cicilan.

Sebentar, jangan bingung dulu. Saya hanya ingin berbagi sedikit pengetahuan soal dua angka ini. Menurut sumber terpercaya yang saya miliki, angka enam (6) adalah pertanda montor roda dua (atau sepeda motor) kreditan. Jika anda melihat motor dengan nomor polisi (nopol) B 6xxx ??, yakinlah bahwa motor itu adalah motor yang dibeli secara mencicil. Sedangkan angka delapan (8) adalah perlambang montor roda empat (biasa dikenal sebagai mobil) cicilan.

Dua credit point ini perlu diketahui biar anda tidak kaget, terkesima, tersepona (edit: terpesona), apalagi iri, ketika melihat teman sekantor anda gagah membawa mobil baru kinyis-kinyis. Kalau mobil yang dibawanya ber-nopol B 8xxx ??, anda tidak perlu menunjukkan ekspresi kagum dan berujar: wah, orang kaya baru. Duitnya pasti meteran. Bisa beli mobil baru,  bagus lagi. Tidak perlu. Anda cukup bertanya tanpa kagum: mobil baru ya? Kredit di mana?DP-nya berapa?nyicil berapa tahun? Sebulannya berapa?

Silakan buktikan dan tegakkan kepala di depan manusia-manusia Jakarta yang lebih peduli pada tampilan luar.

26 Tanggapan to “Credit Point”

  1. kw Says:

    masa siiiii… kan nopol bisa di pesan?

  2. yuswae Says:

    @kw: yo dicoba wae mas..

  3. aLe Says:

    wow,
    aLe baru tahu neh ^^

    kpn2 praktekin ah,, 😉

  4. Luthfi Says:

    owh
    begitu ya
    kalo AD3434HE analisisnya gimana itu?
    *numpang promosi*

  5. pitik Says:

    lha kok koyo dukun togel, ngramal angka?

  6. omith Says:

    aku suka angka 3 .. brati manis? *kedap kediP*

  7. Adis™ Says:

    Tampilan luar termasuk themes blog juga ya?

  8. hanggadamai Says:

    klo saya suka angka 9
    yg punya blog: sapa nanya situ?
    saya:junkir balik

  9. Faradina Says:

    Riset angkanya bagus juga. Terus, aku paling suka angka 8. Pokoknya angka itu yg paling fave. Angka 9 suka juga. Tapi, angka 1, 5, 6, 2 dan 7 bagus juga. Kayaknya semua angka bagus koq. Kalo tercetak di lembaran uang kertas. Bayangin kalo uang kertas gak ada angkanya, kan gak laku.

  10. cahkutu Says:

    warga Jakarta Matre semua ya, kapan-kapan menganalisa anak BHI apakah termasuk diantaranya.

  11. Gempur Says:

    isooooo ae sampean iku mas! koyok mas aditnyanies sing nggae abjad model2 iku loooo… hehehehehe…

  12. antown Says:

    kalo saya beli pesawat terbang, gak ada nomor polisinya khan??

    piss men!!
    antown.blogspot.com
    usmany.deviantart.com

  13. be samyono Says:

    blog yang satunya gimana mas nasibnya kelihatannya asyik disini.

  14. mitra w Says:

    hahahaha…. ada-ada aja nih… 😀

    saya padahal suka ma no 8.
    Oia, saya juga suka ma sembilan (asal jangan yg 69) hahahaha
    (becandaaa… ^_^v)

  15. Aris Says:

    Kalau angka favorit utk togel minggu ini berapa mas? … becanda, analisisnya boleh juga.

  16. escoret Says:

    aku anak ke 5…
    brti ini ;
    […] Lima (5), dalam bahasa Inggris: Five. Angka ini saya maknai sebagai sesuatu yang seksi, genit, dan mengundang syahwat, apalagi jika ditambahkan huruf V dan Rahmawati—Five V Rahmawati. Anda pasti suka angka ini. Hahahaha […]

    wakakkakakak

  17. Nazieb Says:

    Wah, tembus ndak nih nomernya Mas?
    :mrgreen:

  18. didiksuyuthi Says:

    tapi ada yg tak bisa diangkakan,harga dirimu m
    as!

  19. maxbreaker Says:

    Kok dimulai dari 1 Mas? Ga dari nol?
    Kalu saya favoritnya no.17
    salam kenal ya… 🙂

  20. hanggadamai Says:

    wuakakakak
    bener tuh
    btw dapat informasi darimana mas?

  21. yus aja.. Says:

    @hanggadamai: ada deh.. 😀

  22. be samyono Says:

    papa evan mau jadi SUTRADARA apa obsesi SUTRADARA nih 🙂

  23. Nin Says:

    Saya paling seneng blogwalking, bisa nemukan ide-ide menarik seperti menuliskan filosofi angka seperti ini.

  24. bloggerbercerita Says:

    kalo saya suka dengan angka 666. *gak penting banget sih komennya?*

  25. sluman slumun slamet Says:

    bisa ngeramal no hape saya gak?
    :d

  26. ebeSS Says:

    iya . . . sudah ketahuan kok, tanggal berapa mo posting lagi . . !!!
    pasti masih lama . . . . 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: