Irexin

Banyak cara untuk sukses dalam berbisnis. Anda bisa menerapkan 1001 macam strategi agar bisa bertahan dalam persaingan usaha yang kian ketat. Anda juga bisa mencari mentor handal yang dapat mendampingi, memberi saran, dan kadang modal dalam membangun roda usaha.

Untuk memulai sebuah usaha baru, pertama anda harus punya niat. Jelas. Niat itu penting, karena tanpa niat, anda hanya akan jalan di tempat dan bisnis sekadar di awang-awang. Dan harus diingat, niat itu perlu tegas. Kalau niat anda ingin menjadi pengangguran, tentu tidak mungkin bisa berbisnis. Kalau anda punya keinginan menjadi babu, ya jangan harap bisa menjadi majikan. Intinya, tata lah niat anda.

Uang bukan segala-galanya. Begitu kata si pintar pemberi semangat bagi mereka yang kebingungan mencari kerja atau usaha baru. Banyak pengusaha sukses membangun kerajaan bisnisnya dengan hanya bermodal nekat dan duit cekak. Tapi saya ndak percaya betul. Uang memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya, apalagi di Jakarta, ya harus pakai uang toh.

Jadi, uang tetap penting. Anda tetap perlu modal meski niat sudah tertata rapi. Terserah mau cari di mana. Setelah itu, baru dipikirkan strategi bisnis macam apa yang akan anda terapkan. Asyem..kok mbulet ngono yo..

Sampai paragraf ini, semua masih mbulet dan tidak berisi. Kosong. Cukup sampai di sini. Sila cari sendiri macam rupa strategi bisnis di toko buku atau blog pemuas dahaga bisnis anda.

Kembali soal bisnis. Dalam berbisnis, mau tidak mau anda harus fokus. Pahamilah pasar yang akan anda rambah. Tentukan barang yang anda jual, bentuk branding yang bagus, dan lagi-lagi fokus pada segmen yang anda bidik.

Misal anda mau bikin koran baru, harus jelas siapa segmen pembaca yang dibidik. Sesuaikan bahasa jurnalistik media anda dengan derajat intelektualitas pembacanya. Kalau anda mau membidik pasar tukang becak, sopir metromini, atau penguasa terminal, ya jangan banyak mengumbar terminologi yang tif-tif, tas-tas, dan bahasa kelas tinggi lainnya. Demikian juga sebaliknya. Pokoknya berkacalah pada pasar (begitu kata Tantowi Yahya).

Penamaan produk juga tak kalah penting. Anda tidak bisa menawarkan obat batuk untuk anak-anak jika obat itu diberi nama: Viagra, meski dibungkusnya dikasih label khusus untuk anak-anak. Perlu penamaan khusus yang bisa membedakan antara produk yang bisa dikonsumsi orang dewasa dengan anak-anak di bawah umur. Dan Kalbe Farma sudah memberi contoh yang baik soal ini. Mereka memiliki produk Bodrex yang khusus dikonsumsi orang dewasa yang pening kepala. Untuk anak-anak mereka punya Bodrexin.

Yang seperti ini patut ditiru oleh perusahaan lain, termasuk mereka-mereka yang konsentrasi menjual produk khusus 17 tahun ke atas. Irex misalnya. Produk ini khusus banget bagi orang dewasa. Karenanya sulit merambah pasar remaja dan anak-anak. Agar bisa merambah semua segmen, termasuk anak-anak dan remaja, tidak ada salahnya mencipta produk baru: Irexin. Demikian pula Durex. Perlu juga dibuat padanannya untuk anak-anak dan remaja dengan nama Durexin.

Dengan membuat segmentasi seperti itu, keuntungan perusahaan bisa meningkat tajam. Apalagi jika produk semacam Irexin dan Durexin ini dijual di Indonesia, wah pasti laku banget. Bukankah di sini sudah banyak anak-anak yang dewasa sebelum waktunya?

9 Tanggapan to “Irexin”

  1. kw Says:

    hehe ide yang menarik. coba aja kamu bikin pabriknya.

    sampean sing ngedol ya..

  2. Hair Says:

    Pembagian segmen pasar memang sangat penting
    Tapi, kalau emang ada, kira-kira Irexin itu dipakai anak-anak untuk apa ya?

    ya anak-anak yang terlalu cepat dewasa lah..Soal rasa, bisa dibikin rasa stroberi, rasa jambu klutuk, atau apalah. yang penting anak-anak suka

  3. Hedi Says:

    bisnis alat penghitung penumpan bis kota ae, yo opo? 😀

    Halah..sampean mengungkit-ungkit masa lalu..

  4. Adis™ Says:

    Jadi durexin itu durex dengan ukuran S kah?? Fungsinya untuk apa??

    Beli dulu, baru saya kasih tau fungsinya. 😀

  5. adit-nya niez Says:

    Nanti evan dikasih irexin gak oom?? :mrgreen:

    No comment! yang penting Adit bisa baca tanpa translet. 😀

  6. hanggadamai Says:

    Klo dr kuliah yg saya dapat marketing atau pemasaran terdiri dari tiga poin yg saling berhubungan:
    1. strategy
    2. Targeting
    3. Values
    Nah ke-3 poin tersebut masih punya anaknya tuh mas, tapi saya lupa,
    hehe..yg penting koment kan mas 🙂

    betul2 pengikut faham komentisme

  7. Luthfi Says:

    hohoohoh
    daftar donk
    jd managernya 😛

    okeh. mas KW sudah siap jadi distributornya,kok. 😀

  8. tikabanget™ Says:

    Irexin.
    Durexin.
    Viagrain.
    Hentaiin.
    Bokepin.
    Miyabiin.
    dan DILDOin.

    wah..makin banyak produk khusus untuk anak-anak donk..

  9. Kyu Says:

    first thanks for u’r coment 😀

    lirik atas, klo mitabin kayanya seru tuh!!

    eh2 pake irexin rasanya apayah?? bias buat lari 1000m tanpa berenti ga??

    1000m? bisa lebih jauh,mas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: