Ujian Ke-Iman-an di Tahun Tikus

Tahun baru China telah lewat. Semua berlomba saling berucap: Gong Xi Fat…Coiiii..Pesta Imlek digelar meriah. Semua serba merah. Warna lain seakan tenggelam, termasuk warna kesukaan saya: biru daun. 😀

Tapi saya nggak mau laporan soal meriahnya pesta Gong Xi Fat..Coiii. Sudah banyak yang mbahasnya. Miturut kalender China, tahun ini adalah tahun tikus. Karena tahun tikus, mari bicara soal tikus saja. Menurut Ilmu Biologi, tikus itu masuk kategori kelas mamalia yang memiliki tulang belakang, berdarah panas, berkelenjar keringat, dan memiliki gladula mamae atau susu alias tit (tidak penting apakah tit-nya big atau small, sama tidak pentingnya dengan big ass dan small ass).

Manusia juga tergolong mamalia yang pastinya punya big tit atau small tit. Itu artinya manusia dan tikus masih basodara, masih famili. Menurut ahli-ahli biologi, keluarga besar makhluk mamalia itu ternyata hanya 3 % yang membentuk keluarga alias setia dengan satu pasangan. Selebihnya (97 %), mamalia yang suka membanggakan susunya itu terbiasa selingkuh dan gonta-ganti pasangan.

Lebih jauh soal tikus. Di komunitas makhluk yang tergolong ordo rodentia atau binatang pengerat itu ada yang berjenis tikus padang rumput (microtus ochrogaster). Bangsa tikus ini dikenal setia pada pasangannya. Sekali ia mecah duren memperawani tikus betina, ia akan tinggal bersama serumah, membesarkan anak-anaknya berdua, dan menjalani sisa hidup bahagia sejoli sampai mati. Tikus seperti ini patut dicontoh.

Tapi ada rumpun tikus yang senangnya mengumbar napsu lawwamah dan tukang kawin dengan sembarang pasangan. Namanya tikus gunung (microtus pennsylvanicus). Ia fine-fine wae ketika di jalan nemu pasangan baru, berkenalan, dan berlanjut di hotel bawah tanah. Mungkin ini salah satu sebab mengapa bangsa tikus gunung diberi marga pennsylvanicus di belakang namanya. (sok tahu).

Tikus ochrogaster setia pada pasangan karena ia memiliki reseptor di otak yang bisa mengenali hormon oxytocin dan vasopressin. Dua hormon itu biasa dilepaskan oleh bangsa tikus, juga manusia, ketika ia mengalami orgasme.

Reseptor dalam otak tikus padang rumput memiliki fungsi sebagai reward and reinforcement sehingga saat tikus orgasme bisa mendatangkan kesenangan dan keinginan untuk mengulanginya lagi dengn pasangan yang sama. Sedangkan hormon oxytocin dan vasopressin mengatur perilaku setia, mapan, enggan mencari pasangan, apalagi mengumbar sperma di sembarang tempat. Dua hormon itu juga bisa mendatangkan rasa tanggung jawab atas anak-anak yang mereka lahirkan (tidak membungkus dan membuangnya di tempat sampah ketika anaknya lahir..misalnya).

Sedangkan tikus kelahiran kota pennsylvanicus tidak memiliki reseptor untuk mengenali hormon exytocin dan vasopressin. Makanya jangan heran jika tikus jenis ini gampang tergoda dan suka jajan.

Jadi saudara-saudara, Tahun Tikus kali ini adalah ujian bagi anda semua. Apakah anda serumpun dengan tikus padang rumput atau tikus gunung?

*tulisan ini disadur secara serampangan dari salah satu artikel di Majalah 3636 yang biasa dibaca gratisan di pesawat lion air/wing air. Saya ndak tahu edisi berapa.Artikel itu saya baca ketika nerbang JKT-SBY 7 Februari kemarin.*

*gambar diambil dari sini*

9 Tanggapan to “Ujian Ke-Iman-an di Tahun Tikus”

  1. kw Says:

    yus kamu sudah lulus ya? kasih dong bocoran ujiannya?

    untuk sementara lulus,mas. Ujiane..yo sing wingi kuwi. 😀

  2. bambang Says:

    Kalo Iman yang Brotoseno itu teruji gak ya di tahun ini?

    saya belum tahu. Mari kita tanya. 😀

  3. ebeSS Says:

    mungkin judul lengkapnya :
    Ujian Ke-Iman-an tiap orang berdasarkan shionya di Tahun shio Tikus
    lha itu saja sudah 12 kemungkinan . . . .
    kali tiap hewan shio punya 10 sifat . . klo cuman mau mikir mumet
    nunggu yang ada uangnya aja . .. . . . . 😛

    wah..perlu ngadep ebess iki. Ben diramal. 😀

  4. mikow Says:

    tikusnya punya iman ga yah?

    mari kita uji bareng2. 😀

  5. escoret Says:

    halah…kok terkesan di sambung2in..hehhehehhe

    lho..bener iki,mas.

  6. cempluk Says:

    tikus oh tikus..

  7. yus aja Says:

    @cempluk: komeng khas santrinya Anangku. 😀

  8. annots Says:

    sesetia apapun tikus dengan pasangannya tetep aja kumpul kebo eh kumpul tikus kan ndak punya buku nikah yang syah 😆

  9. ika Says:

    kalo pak yus sendiri tergolong tikus yang mana?
    wah artikelnya bagus banget,,hihihi itu yang tikus gunung tuh emang yah nakal buanget nget nget,,moga2 suami saya entar masih setipe sama tikus padang rumput,,hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: