Piterkantropus Ereksiterus

Sejak kecil saya biasa dijejali dengan doktrin: melihat kemaksiatan (baca: cewek seksi nan menggairahkan), itu dosa. Tapi kalau tidak sengaja dan pada pandangan pertama, itu bisa dimaafkan. Asal jangan diulang kedua, ketiga, bahkan seterusnya.

Doktrin itu mungkin baik untuk jaga-jaga agar terhindar dari nafsu lawwamah. Tapi tidak sepenuhnya benar. Pasalnya (ini undang-undang apa doktrin sih? kok pake pasal-pasalan), setiap pengalaman dan jengkal perjalanan hidup itu unik dan berbeda. Sederhananya begini, di dunia ini tidak ada yang sama persis antara manusia yang satu dengan lainnya, termasuk mereka yang kembar identik. Demikian pula detik-perdetik lelaku hidup kita.

Masih bingung? Oke saya jelaskan detil. Contoh soal melihat perempuan seksi nan cantik menggoda. Pada detik pertama dan di satu titik bumi ini, kita melihat dia, karena tidak sengaja, itu tidak masuk kategori dosa dan bebas hitung-hitungan di akherat kelak. Pun demikian pada detik kedua, itu masih juga masuk kategori pengalaman pertama, dan jelas bebas dari dosa. Syaratnya, kita tinggal bergeser posisi barang sejengkal. Artinya, melihat cewek seksi di satu titik kita berpijak dengan titik pijakan lain, meski cuma sejengkal, itu berbeda. Karenanya, sama-sama pengalaman pertama!

Itu yang pertama. Kedua, perempuan seksi (termasuk cowok tegap perkasa. Ini saya sebut biar tidak bias danger gender), itu adalah ciptaan tuhan nan indah perkasa. Sebagai ciptaan tuhan, tidak ada salahnya kita menikmatinya barang sejenak. Itu adalah bagian dari pengakuan kita akan maha besarnya kekuasaan sang pencipta yang sekali kun…saja..fayakun (maka jadilah).

Karena itu, anda jangan kesal apalagi mencak-mencak jika salah seorang keturunan piterkantropus ereksiterus jelalatan dan ngiler melihat seliweran homo jakartensis dengan pakaian alakadarnya di catwalk jalanan ibukota. Cukup anda pahami dan maklumi.

5 Tanggapan to “Piterkantropus Ereksiterus”

  1. Wazeen Says:

    ya kata Cak Nun mata kan g’ bisa dimasukin kantong…

    karena itu, kita harus memanfaatkannya dengan seksama dan konsekwen. halah..kayak p4 aja. 😀

  2. antarpulau Says:

    “……Doktrin itu mungkin baik untuk jaga-jaga agar terhindar dari nafsu lawwamah……..”

    bener mas yus…
    doktrin itu juga gak salah-salah amat sih…
    ya itung-itung ‘ujian’ aja…. 🙂
    melihat cewek2 nan cantik dan seksi bin aduhai dg pakaian minim di catwalk jalanan jakartensis, bisa dijadikan ‘test kepribadian’ sejauh mana si lawwamah itu masih bercokol….. :mrgreen:

    silakan dicoba tiap hari. 😀

  3. mikow Says:

    si pitek ereksi terus? 😀

    Kabare ngono. Wong dia ngaku punya berjuta-juta ember untuk membuahi. 😀

  4. pitik Says:

    sampeyan termasuk homo erectus?
    homo = manusia
    erectus=ngacengan

    wah…ancene betul itu..

    Tapi sudah ngak suka lagi melawak di jeding. 😀

  5. pinkina Says:

    lha nek motone jelalatan yho njaluk di culek ae :)) wakakakakakaka

    Yo ojo toh Mbak. Mengko kenek pasal KDRT. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: