Theerlaaaluuu….

oma.jpg

Musik adalah bahasa universal. Begitu kata para pendendang dan pencinta ngak-ngik-ngok, jreng-jreng, crek-kecrek, dan sebagainya lain. Anda sedih, senang, bahagia, sukacita, semua bisa terekspresi lewat musik.

Karena sifatnya yang universal itu, anda tidak perlu meremehkan penyuka musik tertentu.  Yang suka sek-gesek biola, silakan nikmati, ndak usah mencibir ketika ada seorang pengamen yang mencari sekeping rupiah dengan hanya bermodalkan tutup botol coca cola coke (baca dengan nada c-cowok). Yang seneng jeb-ajeb dan leng-geleng, juga jangan sinis ketika ada wong ndeso mendendang lagu dungdat.

Kadang saya menyanyi meski cukup dalam forum terbatas di kamar mandi. Alhamdulillah saya masih diberi karunia pita suara, kendati nadanya serak-serak kering-kerontang.

Saya ndak suka nyanyi, tetapi saya cukup senang mendengar bait-bait sebuah lagu.  Pun ketika Bang Haji Si Raja Dungdat Minggu (3/2) kemarin khusuk dengan gitar tuanya di hadapan ratusan ribu warga Nahdliyyin di arena Harlah ke-82 NU di Gelora Bung Karno, saya cukup menikmatinya. Sejenak saya abaikan caci-maki Bang Oma yang Theerlaaluu..itu ke Inul beberapa waktu lalu. Saya juga lupa sebentar soal kontroversi pengalaman poligami dia. Toh kenikmatan merasai sebuah lagu tidak ada hubungannya dengan poligami atau larangan ngebor. Anda suka, silakan nikmati. Kalau ndak, ya tidak ada salahnya untuk tidak menutup telinga.hahaha.

Sebagian dari anda mungkin muak dengan Rhoma dan Soneta-nya. Tapi apa peduli saya? Lah sampe sekarang dia masih laku kok. Di desa-desa itu, dia tetap kondang dan kasetnya masih dikoleksi. Kalau ada khitanan, kondangan, atau acara-acara massal lainnya di kampung, gitar tua Bang Haji tetap mempesona.

Ibu-ibu pengagum Rhoma sangat mungkin membenci poligami. Bapak-bapak pencinta Rhoma juga mungkin penikmat goyang ngebor Ibu Hajjah Inul Daratista.  Kecintaan mereka toh tetap tidak goyah terhadap lengkingan suara sang maestro!

Jangan didengar…
Jangan  didengar…
semua itu tidak benar…huh..

10 Tanggapan to “Theerlaaaluuu….”

  1. pinkina Says:

    bang Rhamo bang Rhamo huahahahhaa =))
    tetep aja….ndak suka sayah sama situh 😀

    hehehe..ya wes gapapa.

  2. kw Says:

    aku kok belum bisa nikmatin dangdut ya….
    kecuali selamat malamnya evie tamala haha

    Evita mala? siapa dia? yang saudaranya Evita Peron itu kah?

  3. mr.bambang Says:

    Bang Roma punya blog lohhh..
    silahkan meluncur ke Blog Raja Dangdut.
    Hanya saja, blog ini kelihatannya dibuat oleh tim.

    Iku jenenge blogotok,mas.. 😀

  4. Wazeen Says:

    Bang Rhoma ajak aja bikin mars lagu blogger Indonesia yang dipesen pak mentri.

    kan sudah ada mas. begadang jangan begadang… jreng..jreng

  5. Iman Brotoseno Says:

    Jadi inget waktu ketangkep basah di apartemen Angel Lelga jam 3 pagi….
    Ngelesnya sama wartawan,..” Saya sedand diskusi agama dan memberikan pendalaman agama kepada Angel “.
    Ha ha ha..Ada apa Bang..jam tiga pagi buat pengajian taklim di apartemen cewek mulus..

    Pertanyaannya adalah…kok bisa wartawan nyanggong jam tiga pagi di apartemen Angel Lelga? Waktu itu kan bang haji memang sedang mendalami angel,mas. Khusuk membuka tabir indahnya ciptaan yang kuasa..hahahaha

  6. bang rhoma Says:

    astaghfirullah..
    itu bukan saiah..

  7. omith Says:

    terlalu ! wakakak..

  8. antarpulau Says:

    “……..Karena sifatnya yang universal itu, anda tidak perlu meremehkan penyuka musik tertentu. Yang suka sek-gesek biola, silakan nikmati, ndak usah mencibir……”

    hehe… bener mas yus…
    tiap orang bebas bermain alat musik….
    berarti kalo lagi di kantor / kerjaan, saya boleh donk geprak-geprak meja….
    boleh kan….?? :mrgree:

  9. didiksuyuthi Says:

    klo aku gk begitu seneng musik sek-gesek, aku yang seneng muski sek-esek iku lho, paduan suarane tak beraturan, nada rendah, kadang nggak kedengeran, tapi enak didenger lho.
    Suarane biasa didominasi sair oh yess oh noo.., pengen tahu enaknya denger musik sek-esek, coba tengah malam ente dtg ke rmh di kampung yang terbuat dari gedhek (anyaman bambu) terus tempel kuping baik-baik di sela-sela lubang itu gedhek, dijamin kedengeran deh..

  10. didiksuyuthi Says:

    klo aku gk begitu seneng musik sek-gesek, aku yang seneng musik sek-esek iku lho, paduan suarane tak beraturan, nada rendah, kadang nggak kedengeran, tapi enak didenger lho.
    Suarane biasa didominasi sair oh yess oh noo.., pengen tahu enaknya denger musik sek-esek, coba tengah malam ente dtg ke rmh di kampung yang terbuat dari gedhek (anyaman bambu) terus tempel kuping baik-baik di sela-sela lubang itu gedhek, dijamin kedengeran deh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: