NO Smoking!

Nahdlatul Ulama

Kenapa banyak kyai NU perokok? Dan kenapa pula, Perda DKI tentang larangan merokok di gedung dan tempat-tempat umum tidak berlaku di gedung PBNU?

Kyai-kyai NU seakan tidak mempan dengan peringatan NO SMOKING! yang biasa ditempel di berbagai gedung. Meski ada larangan seperti itu di sebuah ruangan, mereka tetap sedal-sedul tanpa takut disemprit aparat, bahkan andai ada pendingin ruangan didalamnya.

Bagi mereka, NO SMOKING itu tidak berarti dilarang mereka. NO SMOKING itu Nahdlatoel Oelama (ejaan lama) Smoking: area tempat orang-orang NO (NU) merokok.

Itu anekdot lama tentang warga NU yang mayoritas ahli hisab (tukang hisap rokok). Entah siapa yang mula-mula mencipta anekdot itu, saya ndak tahu. Yang jelas, cerita seperti ini biasa dibincang berulang-ulang di kalangan warga NU dan sekitarnya sebagai guyonan penghilang penat sehabis ngaji.

Tapi saya tidak sedang akan bercerita tentang asbabun nuzul-nya orang-orang NU merokok. Saya hanya ingin berbagi tentang militansi warga NU terhadap ke-NU-annya yang terlihat jelas Minggu (3/2) tadi siang di puncak Harlah ke-82 NU yang digelar secara massal di Gelora Bung Karno dan di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Fanatisme ke-NU-an paling terlihat jelas di daerah Jawa Timur, terutama kawasan Madura dan Tapal Kuda. Di sana, NU tidak hanya dipahami sekadar sebuah organisasi massa ke-Islam-an berbasis tradisional Indonesia, tetapi (kadang) dihayati sebagai Agama.
Coba saja anda tanya pada orang-orang Madura. Agama anda apa? Mungkin (kalau anda mujur) ada yang akan menjawab: ”Agama saya NU, Pak.” Lha Islam? ”Islam itu ajaran, sistem nilai universal, yang diawali dari pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah.”

Terlalu berlebihankah? Mungkin. Tapi kenapa NU tidak dikejar-kejar seperti Ahmadiyah atau pengikut Mossadeq? Jawabnya sederhana saja: itu anekdot! Sekadar gambaran betapa fanatiknya mereka pada NU. Warga NU tetap percaya bahwa Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad Rasul Allah. Tidak mentahbiskan Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari sebagai nabi baru. Mereka sholat seperti biasa, puasa di bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat, dan (kalau mampu) naik haji.Mereka ber-Islam Ahlussunnah waljamaah yang sangat Indonesia, sangat Jawa dan Jawa pojokan (baca: Madura)

Di luar itu, anda jangan kaget kalau banyak kyai NU bertindak nyeleneh, cuek, dan berlaku aneh-aneh. Itu adalah bagian dari cara mereka menghayati sebuah ajaran agama dan mungkin itu juga cara mereka berkomunikasi dengan sesama. Yang aneh-aneh justru memikat banyak orang untuk mulai mempelajari Islam tanpa harus takut kehilangan karakter aslinya sebagai orang jawa, madura, sunda, batak, papua, menado, bugis, dayak, bahkan Indonesia.

Islam bisa diterima di Indonesia, salah satunya karena jasa Walisongo yang nyeleneh itu. Walisongo tidak menyebarkan Islam dengan bahasa yang ndakik-ndakik dan jauh dari kesan arabisme. Mereka menyebarkan dan menghayati Islam sebagai rasa. Dan itulah yang diteruskan kyai-kyai pendiri NU.

Selamat Harlah NU!

13 Tanggapan to “NO Smoking!”

  1. ebeSS Says:

    baca ini teringat masa kecil saya di Malang sampai lulus SMAN III.
    perasaan NU kurang saya kenal . . . . . .
    lha wong kawan saya itu hampir pasti . . klo ga Ansor . . ato Fatayat . .
    he3 . . . . sama aja ya . . . . klo liat nylenehnya sih iya . . .
    benernya ga sesempit itu . . . lha wong ada yang sama2 satu sekolah,
    sama2 mobilnya volvo . . . cuman yang satu rajin pake sepatu . . .
    yang lain sandalan japit . . . . ya rukun kompak2 aja ituh . . .
    sederhana dan mengena . . . . mengajarkan beda pendapat . . .
    mereka orang jawa . . .. tapi di rumah bahasa Madura . . . 😉

    Mobilnya bukan Volvo,bes..tapi Alphard. 😀

  2. kw Says:

    yang aneh aneh itu seperti apa?

    Opo yo,mas? Nanti tak ceritain lebih jelas lah.

  3. smoking area Says:

    dilarang merokok bagi yang tak mampu 🙂

    Dan merokoklah bersam para perokok

  4. bangsari Says:

    sikap orang NU itu sangat mengendonsa. mangsudnya, dimana negara (sepanjang sejarah pendirian negara ini) tak pernah bisa dipercaya, kepada siapa lagi keperrcayaan itu bisa disandarkan? ya kepada kyai lah.

    cilakanya orang orang jakarta ini. tidak pernah percaya kepada siapa pun, juga kepada dirinya sendiri. ciloko to?

    Piye nek BHI dadi pondok ae,mas? sampean kyai-ne.. hahahaha

  5. bambang Says:

    Mas, blog ini bikin jadi blog anekdot NU aja mas… ceritanya lucu-lucu. Pastinya memiliki stok banyak kan?
    Nu juga punya perusahaan rokok sendiri kalo gak salah, lupa sih namanya.

    lah sampean kan juga suka ngelucu,mas (dijeding) 😀
    Rokoke jenenge tali jagad,mas. Tapi gak laku2.

  6. Iman Brotoseno Says:

    Rieke Dyah Pitaloka pernah cerita,..waktu munas PKB di Jogja atau dimana…tengah malam para kyai kyai sudah malas malasan ngikutin sidang..ada yang di luar, ada yang ngerokok
    terus si oneng disuruh mimpin sidang, ndelalah para kyai kumpul semua…

    Sayang Oneng saikin wes numpak banteng lemu,mas. 😀

  7. nothing Says:

    selamat ulang tahun para warga lintang songo

    Selamat ulang taon juga, Pak Yai

  8. Aris Says:

    Wah rupanya para ahli hisab di kantor saya mengikuti ulah para kiai. Meski jelas2 ada larangan merokok di kantor, larangan tsb cuma berlaku 1-2 bulan saja. Setelah cuek aja … takutnya cuma sama boss besar

    Jawabnya sederhana,Pak. Warkau maa rokiin. Dan merokoklah bersama para perokok. 😀

  9. Wazeen Says:

    wallahul muwafiq ila aqwamitthariq….

    Billahi taufiq wal hidayah sudah dipinjam Golkar. 😀

  10. arifkurniawan as bangaiptop Says:

    Wah telat saya… Selamat Harlah NU.

    menyebarkan dan menghayati Islam sebagai rasa

    Bahasanya menarik sekali. Bagus, dalam dan puitis.

  11. achsanmas Says:

    kalo orang awam haram merokok, kalo kyai haramnya membeli rokok, jadi kalo dikasih ato salam tempelnya rokok…. harus dimanfaatkan. kan mubadzir temannya setan

  12. arsohusein Says:

    pokoknya ngerokok itu haram siapappun yang nyedot! kyai juga manusia jadi kyaipun mungkin melakukan keharaman

  13. susan Says:

    Sebenarnya kyai NU itu tahu kalau merokok banyak mudlaratnya, dan kalau pun diharamkan mungkin mereka akan tetap saja merokok karena mereka tahu persis bagaimana caranya untuk bertobat, habis merokok langsung tobat gitu lho 🙂
    Beda dengan orang awam seperti kita2. peace ah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: