Kedatangan 2 Kyai Sadrach

Pagi tadi saya kedatangan tamu istimewa: dua orang yang tidak menawarkan apa-apa, tapi menyuguhkan semacam majalah spiritual plus diskusi tentang kematian dan pornografi. Mereka memperkenalkan diri sebagai Heno dan Parahi
”Maaf mengganggu istirahat sebentar. Kami tidak menawarkan apa-apa. Kami hanya ingin memberikan sebuah informasi tentang ini dan ini,” kata mereka sambil menunjukkan sebuah buletin kecil berisi artikel tentang kematian, pronografi, dll.

Ini adalah kunjungan pertama mereka ke rumah saya. Karenanya, wajar kalau saya mengambil sikap defense, curiga, dan sedikit mengerutkan kening. Bukan karena apa-apa. Ini Jakarta yang setiap hari kita selalu bersinggungan dengan manusia yang tidak kita kenal dan menawarkan banyak hal: entah itu informasi, barang-barang kebutuhan yang tidak dibutuhkan, bahkan meminta sumbangan untuk ini itu.

”Boleh saya singgah sebentar?” kata salah seorang dari mereka.
”Oh ya..silakan,” jawab saya.

Karena saya terlihat masih muda dan ingin hidup lebih lama, topik tentang kematian tidak menjadi bahan awal diskusi. Kami lantas terlibat diskusi tentang pornografi. Saya jadi ingat RUU Pornografi yang sempat menjadi polemik panjang di gedung megah wakil rakyat yang terhormat. Pornografi, kata mereka, sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab kecanggihan teknologi informasi, semua kini dapat dengan mudah melihat, mengakses, dan menikmati lekuk indah transparan ciptaan Tuhan. Dari CD bajakan di Kaki Lima, Hape, internet, dan blog-blog itu. ”Kita harus mengantisipasinya. Dan perlu diingat, Pornografi merendahkan martabat orang yang memproduksi maupun yang melihatnya,” mata Parahi sambil menunjukkan kutipan kitab suci (perjanjian lama atau baru, saya ndak tahu) Tesalonika 4: 3-5.

Saya manggut-manggut. ”Oh ya, maaf. Bapak berdua dari mana?”
”Oh ya mas. Kami sebenarnya Rohaniwan Kristen. Tapi kami bukan mengajak anda masuk Kristen lho ya. Kami tidak sedang melakukan Kristenisasi. Kami beragama, dan kami tahu anda juga beragama. Kami hanya ingin mengajak diskusi anda.”
”Oh..tidak apa-apa, Pak. Saya justru senang anda kesini. Dialog lintas agama itu penting. Dan itu bagian dari cara untuk menjaga harmoni antar sesama,” jawab saya.

Sejak mahasiswa, saya memang sering bersinggungan dengan kawan-kawan dari agama lain. Kami berdiskusi dan menggelar acara bareng. Saya biasa datang ke Seminari Katolik, dan kadang tidur di sana. Saya bisa berkenalan dengan Pak Dhe Marx, bertegur sapa dengan Emile Durahim Durkheim, Mas Haber Habermas, dan Mas Edong Mao Ze Dong ya dari romo-romo dan pater Katolik. Bahkan sebagian biaya kuliah saya juga dibantu seorang Frater Katolik.

”Oh begitu ya,Mas?” Mereka lantas mengajak diskusi kembali tentang pornografi. Ingatan saya lantas tertuju pada Balibul Gembul..hahaha. Saya kurang berminat membahas pornografi, karena pornografi itu, bagi saya, tidak perlu dibahas..cukup dinikmati saja (tentu tanpa dipraktekkan secara ilegal).

Saya fine-fine saja dengan kedatangan mereka dan kalau ada waktu silakan mampir lagi ke rumah. Sama sekali saya tidak alergi dengan rohaniwan. Mereka akan saya sambut istimewa, sama istimewanya jika ada dua pria berjubah putih dan bercelana diatas tumit.

”Bapak kenal Kyai Sadrach?”
Mereka manggut-manggut. Terlihat kurang paham.

Untung saya baca blognya Mas Iman kopi Brontoseno. (Ini tulisan asli sampean kan mas. Kalau bukan, boleh saya tahu di mana tulisan aslinya bisa saya baca? Hahahaa).
”Kyai Sadrach itu adalah salah satu penyebar agama Kristen di Jawa. Dia disebut-sebut sebagai pendiri Gereja Kristen Jawi..bla..bla..bla.” Pokoknya saya ngecap seperti yang ditulis Mas Iman itu..

”Tapi namanya kok kyai?” tanya mereka.
”Kyai itu kan sebutan dari orang Jawa Pak, bukan asli Arab Sono. Untuk menyebarkan agama apapun, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dll, memang lebih enak kalau kita menggunakan pendekatan kultural masyarakat setempat,” saya ngecap lagi, nyontek abis tulisane Mas Iman.Semoga tidak dituduh plagiaris.

Mereka manggut-manggut lagi.
”Ada kok bukunya Pak. Bagus kalau bapak mau baca.” Kalo gak nemu, baca aja blognya Mas Iman. Atau fotokopi aja bukunya dia.

Kami ngobrol lagi. Kini tentang kematian. Tapi karena saya harus berangkat bertempur ke medan laga di gunung lontar, perbincangan terpaksa dihentikan dan meminta mereka untuk datang lagi jika ada waktu.

25 Tanggapan to “Kedatangan 2 Kyai Sadrach”

  1. Hair Says:

    Misi tersembunyi tuch
    Bukannya mau bersuudhan, tapiDalam Al-Qur’an dikatakan bahwa orang2 kristen dan yahudi akan melakukan apa saja sampai kita mau mengikuti agama mereka

    lah kita ndak perlu suudon macem-macem,mas/mbak. Biar saja lah..toh tidak ada salah berdiskusi dengan yang lain, bahkan atheis sekalipun.

    • pokka Says:

      boleh melakukan apa saja atas dasar kasih. jadi yg bukan atas dasar kasih misalnya memaksa masuk agama di bawah ancaman pedang, atau berlagak baik di depan, tapi di belakang merancang teror, itu bukan kristen.

  2. Cabe Rawit Says:

    Waspada sama suudzon setipis kulit bawang. Ane kira, dengan mengaku secara terus terang bahwa mereka adalah rohaniawan kristen, tidak menyembunyikan identitas sesungguhnya, sudah jadi pertanda kalo mereka kagak punya niat buruk. Justeru kalo berkaca dari cerita ini, para da’i atau rohaniawan muslim seharusnya malu, tergugah dan mencontoh kegiatan dakwah sosial mereka. Mereka mau door to door menyebarkan kasih… Sekalipun resikonya dituding bawa misi kristenisasi. Ane belum liat ada orang atau kelompok yang melakukan dakwah (bukan upaya pemurtadan lho) seperti mereka, kecuali yang biasa dilakukan sama para karkun Jamaah Tabligh. Sorry, sumpeh ane bukan karkun juga belon pernah khuruj ama Jamaah Tabligh.

    Selebihnya, para ulama kayak yang nunggu bola, kagak punya inisiatif, atau mengembangkan pola dakwah yang membumi, terarah, dan holistik. Ane belum pernah denger ada MUI yang melakukan pembinaan langsung, memberikan pengajaran agama ama melayani masyarakat, tanpa diminta. Musti ngundang dulu… baru mereka pada dateng. Mungkin karena di kita. kebanyakan kyai terlanjur memposisikan dirinya sebagai yang “dibutuhkan”, bukan pelayan atau pengabdi.

    Makasih banget, maaf kalau ada salah-salah kata. Maklum, blogger baru… :mrgreen:

    SAlam pedes

  3. Basirun Says:

    Soal agama/kepercayaan saya lebih cocok dengan metafora Emha..
    “Agama itu seperti istri masing2…ndak etis kalo saling membicarakan keseksian istri anda atau kemolekan istri teman diskusi anda…biarlah itu disimpan rapat rapat di ujung hati masing2”

    • pokka Says:

      kayaknya cuma 1 agama yg berpandangan seperti ini. dan biasanya bagi pemeluk agama tersebut terlalu sensi dan cepat emosian.

  4. jagad Says:

    maaf mas..buku sedarlah yang ditampilkan merupakan salah satu ajaran sesat didalam lingkungan gereja,karena majalah sedarlah diterbitkan oleh saksi jehova. dan ajaran ini diputuskan aliran sesat oleh gereja-gereja di indonesia karena ajarannya menyimpang. tetapi sesesatpun ajaran ini, itu menjadi urusan pribadi masing-masing. dan kami diajarkan n dilarang untuk merusak hak-hak sipil dan hak azasi mereka. kenapa?? karena pada intinya urusan orang beragama atau menjadi atheis itu pribadi seseorang yang tidak bisa diganggu. ok n terima kasih.

    • Garda Bgsa Says:

      Betul bro…
      Dua orang itu bukan Kristen. Buku Sedarlah memang milik
      saksi Yehova, (yang setelah saya tahu kemudian) telah jelas-jelas dianggap sesat oleh umat Kristen. Saya juga pernah di datangi.
      hati-hati dengan kesesatan macam ini

  5. mamo Says:

    Jangan takut kalau agama anda benar pasti anda yang menang karena kebenaran akan dibela oleh Tuhan, tetapai kalau anda takur berarti agama anda salah. Didunia ini tidak ada agama yang benar, semua salah karena semua agama dibuat oleh manusia. Injil, Al Quran, Weda dan lain-lainnya adalah ditulis oleh orang atau manusia, tidak ada satupun yang ditulis oleh Allah bahkan malaikan sekalipun. Memang semua penulis kitab suci mengklaim bahwa mereka mendapat wahyu dari malaikat, dewa atau roh kudus, itukan pengakuan mereka biar agama laku.
    Anda harus hanya percaya kepada Allah / TUhan / Dewa, bukan kepada benda lebih-lebih yang dibuat manusia seperti Buku (: injil, alquran, weda atau KUHP dan apapun namanya), Bangunan : seperti patung, kabah, salib, candi dan lainnya.
    Bagaimana untuk percaya atau menyembah kepada Allah, Tuhan ataupun Dewa ?. Anda tidak perlua kemana-kemana, Tuhan/Allah/Dewa tidak di Yerusalem, tidak di Mekkah / kabah, tidak berada di Candi Bororbudur, melainkan di setiap hati manusia yang suci karena Tuhan/Allah/Dewa bertempat tinggal di setiap hati manusia yang suci, hati kita, hati anda dan saya juga.

  6. wahyu sasangko Says:

    pissss aja men… ? kayak sudah tahu surga ato neraka, kalo njelek-njelekin sebenarnya siapa yang jelek ?

  7. tugimin Says:

    weleh-weleh, rembug kok angel temen. mbok dhahar kembul wae yuk, iki lho ono gereh karo sambel. sumonggo.

  8. Avisha Says:

    Semua agama tu sama,sama2 mengajarkan kebaikan_
    tapi agama yang paling benar adalah islam,agama tauhid.
    Alquran adalah petunjuk hidup manusia,yang dari zaman nabi muhammad isinya tetap asli tanpa berganti bahasa.

    • Garda Bgsa Says:

      Hehehe…mulaiiiiiiiii.
      Sudah enak-enak obrolannya masih aja ada koment gini-gini

    • pokka Says:

      hehe juga. emang kalo udah asli artinya bagus? lha wong sesama pemeluknya aja saling berseteru dalam menafsirkan kok bisa dibilang paling benar.
      agama yg benar itu agama yang membuat pemeluknya semakin relijius semakin membawa sifat damai.
      bukannya kebalikan. makin relijius makin pendemdam, curiga, sadis, tukang bohong, gila punya istri banyak bahkan di bawah umur.

    • pokka Says:

      terjemahin dulu tuh yg bener “DAHAHA” haahahah

  9. jevi Says:

    Agama pada dasarnya menuju kebaikan, tauhid itu artinya kebenaran mengakui Tuhan yang benar dan yg Esa. paling benar menurut Anda blm tentu paling benar menurut orang lain. Allah yang menjadi hakimnya. Kalo boleh bisa lihat blogku
    http://menjadikristen.wordpress.com
    Manusia yang mendapat terang Ilahi akan menemukan kebenaran yang sesungguhnya

  10. abni susanti Says:

    wah, ternyata penggemar sejarah kyai sadrach ya… ikut berbahagia

  11. DEN BAGUS BODONG Says:

    ente semua pa dah ngerti tu ujud tuhan ga islam, apalagi kristen, katolik tu sama aja orangnya DUNGU, bodoh, Orang islam tu yang disembah siapa dimana kaga jelas haa..haaa, EEITTTTT pa lagi ENTE-ENTE YANG KATHOLIK OR KRISTEN lu tau ga bila analogi TEOLOGI KRISTIANI yang menggambarkan tuhan lo allah bapa, roh kudus, tuhan anak sama dengan api, panas dan cahayanya jadi satu TIDAK TERPISAH, GUE MAU TANYA AMA AKAL ENTE-ENTE GUNAKAN AKAL SEHAT ANTE YE???? PADA YESUS YANG BERJNIS KELAMIN LAKI-LAKI (HEE..HEE PA DA YG BERPENDAPAT BILA YESUS ITU CEWEK/BANCI HE..HEE) PADA SAAT DIGEBUKIN DAN DITIMPUKIN BATU AMA KORINTUS PILATUS YG YAHUDI DAN ANTEK-ANTEKNYa ntu sampe KLENGER, ALLAH BAPA DAN ROH KUDUS ikut KLENGER KA GA??? KATANYA PASTOR ELU AMA PENDETA LU SEMUA AND INJIL ELU YANG SERING DI AMANDEMEN KAYA UUD45 nya orang indonesia YANG DISEBUT TRINITAS ITU TYIGA TAPI SATU, SATU TAPI TIGA, TAK TERPISAH! COBA BENER GA ARGUMENTASI GUA HAAA… HAAA NAMO SHANG HYANG BUDHAYA, HOM SWASTU ASTU matur nuwun!

  12. ****** Says:

    merasa udah paling bener agama lw semuaaaa…….??!!!!!
    klakuan lw aja gak bener apalagi agama lw…..!!!
    pernah gak agama lw ngajarin berakhlak baik sesama agama lain di dunia,,,, lw pada punya agama, tp ajaran’a setan,, cuma bisa mencela doang,,, lw pada berkedok beragama tp lw iblis smua,,,
    klo agama lw baik, lw pakai kebaikan lw buat sesama,,,,!!!!
    berlomba2 dalam kebaikan,,, bukan berlomba2 dalam kejelekan,,
    oke dah ngerti lo semua,,,,???!!!

  13. wew Says:

    PENDETA OPERASI KHUSUS KINI TELAH ISLAM!
    Tadinya saya ragu untuk menuliskan kisah ini, karena saya takut terjebak dalam rasa dan sifat riya.. Tetapi setelah membaca posting Kisah Kesaksian 4 Orang Gembala yang kembali ke agamanya masing-masing yang diposting di Yesus.net dan Kebenaran.net, ini merupakan sebuah pengungkapan secara jujur berani atas praktek rohani Gereja yang sebenarnya rahasia tidak diketahui oleh banyak pihak termasuk umat Kristiani sendiri.
    Karena saya melihat ada upaya penyangkalan kebenaran oleh kalangan-kalangan tertentu umat Kristiani di forum diskusi agama tersebut. Demi tegaknya kebenaran agar semakin banyak domba-domba maupun gembala-gembala Kristus yang bisa menemukan jalan kebenaran Ilahi sesungguhnya, maka saya beranikan diri menulis menuturkan kisah sejati ini.
    Saya berharap para domba gembala Kristus yang membaca kisah ini memahami menghayati pengalaman rohani saya ini, agar bisa menemukan kebenaran Ilahi yang sejati, Jalan Tuhan yang benar tidak sesat.
    Oleh karena itu demi penghargaan kepada umat Kristiani dan umat Islam, saya tidak mengutip satu ayatpun dari Alkitab dan Al-Qur’an. Kesaksian ini betul-betul ungkapan hati dan jiwa saya.
    Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya PAULUS F. TENGKER, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama dan direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala Tuhan.
    Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan [eraser]- Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salahsatu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri di tengah kota dan pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.
    Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia dan Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka. Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: “Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen” dsb. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur’an dan Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu dan foto-foto palsu, untuk
    memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan!. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Qur’an yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili dan berusaha membantah kami.
    Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal dan para preman tak beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi dan Blitar).
    Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat & mengetahui ajaran Islam yang paling dasar.tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat dan canggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.
    Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah dan akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al- Qur’an, Hadist dan buku-buku Islam untuk mencari kelemahan- kelemahan nya. Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen.
    Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji dan mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih dan Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji dan hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam.
    Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal dan kaum gay. Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek dan kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi dan pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif di sini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka
    berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik dan kafe.
    Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat dan butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkul pun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, di sana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran dan mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta & sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung dan mafianya bekerja sama begitu rapi.
    Tapi ada yang kurang dari cerita itu dan ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan dan sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia dan Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru dan menyesatkan generasi muda Islam!
    Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhan pun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri dan kami sangat yakin, bahwa kondisi fly dan sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!. Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, saya pun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya.
    Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan dan untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ectassy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar kota. Kami pun biasa ketemu dan ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe dan Top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang dan Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut.
    Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salah satu pub terkenal itu sambl tripping!!, setelah itu kami dan dating dan dengan mereka, dan mandi suci bersama dan istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat & pendeta atau penyanyi Gereja dan Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka di antaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus.
    Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan dan para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja!
    Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu dan berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah dan jemaatpun akan histeris dan percaya itu mukjizat. Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat dan angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang di luar kendali dan skenario betul- betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?
    Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang-orang yang di luar skenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Bagi umat Kristiani atau para Gembala dan pelayan Tuhanpun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut dan sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI!. Selain 4 mantan gembala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya.

  14. wew Says:

    Paulus F Tengker: Mengapa Saya Masuk Islam?
    Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati & sampai tuntas, saya hanya mencari point-point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap & diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat & penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat & umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui ajaran kebencian kepada ajaran Islam & umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah minggu & jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam
    kembali.
    Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa & beberapa kejadian di keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati.
    Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jum’at tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar Tuhan Yesus di suatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya, dengan senyum-Nya yang agung! saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya!. Sayapun lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto & gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: “Kalian ini siapa?”
    Saya menjawab: “Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!”
    Dia bertanya lagi : “Mana Tuhannya?”
    Tuhan Yesus menyela : “Akulah Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia & Dunia!, siapakah engkau wahai pria asing?”
    Pria Yahudi itu berkata : “Akulah Isa Al-Masih, & engkau bukanlah diriku!”
    Saya menyela : “Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu di hadapan Tuhanku!”
    Pria Yahudi itu berkata : “Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!”
    Tuhan Yesus berkata : “Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina Tuhanmu!”
    Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata & sungguh ajaib! dari tangannya keluar mukjizat sinar api & dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina Tuhan Yesus!.
    Keajaiban keduapun terjadi!, pria Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih itu tak kurang apapun & dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan & wujudnya tiba-tiba berubah!, kedua telinganya memanjang.. dari mulutnya keluar gigi taring..& dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnya pun berubah mengerikan!… lalu salahsatu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu!… TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS..!!!.
    Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit- birit!… Kemudian ada kejadian ajaib lainnya terjadi, Gereja Megah tempat saya berdoa tiba- tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus.
    Saya yang kaget & tak percaya melihat kejadian ini lalu dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: “Siapakah engkau sebenarnya?”
    Pria itu menjawab : “Akulah Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya yang ke 24, yang oleh engkau beserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus”.
    Saya berkata : “Bukankah engkau telah mati dikayu salib & telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?”
    Nabi Isa Al-Masih menjawab: “Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis & para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi & sekarang dia telah terlihat wujud aslinya”..
    Saya berkata : “Maksud tuan, Iblis tadi itu…, jadi selama ini?..”
    Nabi Isa Al-Masih menukas : “Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi sejati?”
    Saya menjawab : “Jika itu ada saya bersedia..”
    Nabi Isa Al-Masih menjawab : “Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?”
    Saya menjawab : “..emmmmm” (tak bisa berkata-kata)
    Nabi Isa Al-Masih berkata : “Ketahuilah akulah Nabi Isa Al- Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran & hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami Iblis & para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan!”
    Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam..kemudian pergi…sayapun lalu terbangun….hari telah pagi…saya merenung mimpi apa itu tadi?, kesulitan apa yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum’at tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jum’at pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali..
    Kemudian saya buka-buka buku- buku Islam yang saya miliki, tiba- tiba saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca….betapa pikiran saya telah dibukakan..tapi saya belum yakin betul…
    Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di kawasan [eraser], Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi itu betul?!. Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul!, namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya, belum hilang kaget saya, tiba-tiba ada seorang pria menghardik saya & meminta dengan kasar dompet & HP saya!, saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke arah…Mesjid & masuk ke sana, minta tolong sama orang- orang di situ..orang yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11.30.. mendekati jamnya shalat Jum’at, saya perhatikan sekitar saya…orang- orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum’at..saya ini ada di mesjid.. mimpi saya… pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu….saya bingung lalu saya tak
    sadarkan diri….
    Ketika tersadar..saya berada di sebuah ruangan Mesjid rupanya..& ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan…saya lalu berdiri..tiba- tiba hati ini ingin menangis..menjerit..”Ya Tuhan!..Engkau telah menunjukkan jalan bagiku!”…Pak Tua itu kaget & bertanya: “ada apa nak?”, lalu saya ceritakan semua mimpi saya tadi malam & kejadian yang saya alami, juga siapa saya & apa pekerjaan saya..serta perbuatan- perbuatan saya dalam usaha memerangi & memperdaya agama Islam beserta umatnya.
    Bapak Tua itu berkata: “Itu suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik….sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang” Sayapun lalu pulang..menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, pak tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk & berkata: “pak tolong yakinkan saya!..saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya!”.
    Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang & menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai & akan kami sambung esok pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke Mesjid tersebut & kamiberdiskusi Islam – Kristen. Akhirnya setelah yakin dengan seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah & Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen & berdasar oleh pak tua & beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui bahwa pak tua ternyata fasih & hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja & penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah
    diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan di buku-buku para missionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari.
    Saya jadi ragu & bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun?, terlebih setelah pak tua menunjukkan & memperbandingkan versi Alkitab cetakan tahun 1960 -an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan & revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru bahwa telah dilakukan revisi?, yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar perubahan EYD atau tata bahasa saja, akan tetapi juga merubah makna & arti ayat Alkitab itu sendiri?. Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan & merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup & penggenap itu. Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai & menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu & kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah & sejarah
    agama dalam Alkitab & Al-Qur’an, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-Qur’an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya & direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam.
    Penjelasan Pak Tua & jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman- teman sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan & ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku- buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam di rumah saya & akan mengurapi serta mensucikan buku-buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang..!..Sikap rekan-rekan Gembala ini terasa kontras & tidak sepadan dengan sikap Pak Tua & jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan & dibina oleh lingkungan agama yang sesat..saya harus segera mengambil keputusan..setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang,
    menimbang segala resikonya… Akhirnya sudah mantap & sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam…
    Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001 , jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLA H SAYA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH.
    Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam & menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam. Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi & menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya & saya tidak diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada Tuhan Yesus.. Naudzubillah. !!!..Ya Allah..!!! maafkan keluarga saya ini.mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat
    Ketuhananmu yang sesungguhnya…
    Sekarang saya ikut bimbingan Islam di rumah pak tua berpeci yang kemudian diketahui merupakan Ustad & Imam Mesjid itu. Maaf demi keamanan kami, nama Ustad, alamat Mesjid, serta tempat kost saya rahasiakan.. mohon maklum.Sejak saya pindah dari rumah mewah berfasilitas lengkap plus mobil dll di kawasan elit Darmo Satelit – Surabaya, yang merupakan fasilitas buat saya dari Gereja, telah saya kembalikan ke Gereja, saya sekarang kost di sebelah rumah pak tua itu sambil belajar agama Islam. Saya juga bekerja membantu usaha kecil-kecilan milik keluarga pak tua ini, yaitu mencetak surat undangan, kop surat & setting komputer.
    Insya Allah kalau ada modal (sekarang saya berencana bersama salah seorang anak pak tua ini untuk mengajukan kredit usaha kecil di BRI – Surabaya), mau buka usaha percetakan yang lebih permanen. Sekarang saya sambil kerja belajar & memperdalam agama Islam. Kalau pagi sampai sore saya ada di studio kecil tempat saya bekerja, malamnya belajar ilmu agama & silat tradisional. Kata pengajarnya saya perlu belajar ilmu bela diri karena tak mungkin para pemuda kampung selalu mengawal saya. Saya mendengar dari bekas teman akrab di Gereja & yayasan (namanya saya rahasiakan juga demi keselamatan diri mereka), sangat solider dengan merahasiakan keberadaan saya, (walau pihak Gereja terus- menerus mendesaknya), mereka bercerita tentang usaha Gereja untuk melaporkan ke polisi bahkan memeja hijaukan saya, dengan tuduhan: “Kasus Pencurian Mobil!”, padahal semua orang di Gereja tahu & banyak saksinya termasuk warga kampung tempat saya kost yang mengantar saya ketemu
    dengan
    pihak Gereja waktu serah terima itu, semua inventaris Gereja termasuk mobil sudah saya kembalikan & ada tanda terimanya. Demikian juga urusan keuangan & kas Gereja, semua sudah clear & pihak Gerejapun sudah tahu, tetapi entah mengapa mereka berusaha menfitnah saya seperti ini?!. Tetapi saya tekadkan, bila betul pihak Gereja akan melaporkan saya ke polisi, akan saya buka semua fakta & data yang saya miliki & mungkin pihak Gereja akan saya tuntut balik dengan tuduhan pencemaran nama baik, penghinaan & percobaan penganiayaan.
    Khusus masalah penganiayaan saya bersama teman kerja di studio kecil kami, pernah beberapa kali hampir ditubruk sebuah mobil (yang saya tahu persis itu milik siapa) dibeberapa tempat ketika saya sedang berboncengan naik sepeda motor, tetapi Allah selalu melindungi hambanya yang telah bertobat ini, selalu upaya itu gagal, selalu saja kami bisa menghindar atau ada orang yang menolong kami ketika upaya tabrak lari itu terjadi. Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT, Tuhan kita semua, Dialah yang Maha Tahu siapa yang benar & siapa yang salah diantara hamba-hambanya. Saya masih menunggu tindakan hukum dari dusta mereka ini, sebab mereka sementara ini kehilangan jejak saya. Mungkin setelah mereka membaca kisah kesaksian saya ini, mereka akan semakin gusar & marah kepada saya, karena selain saya telah masuk Islam, saya juga mungkin dianggap telah membongkar beberapa rahasia-rahasia penting Gereja yang selama ini selalu ditutupi secara rapi, yang jangankan umat
    di luar Kristen, umat Kristiani sendiri banyak yang tidak mengetahui praktek-praktek tidak benar dalam beribadah yang saya utarakan di atas tadi.
    Saya titip pesan kepada para sahabat setia saya di Gereja & yayasan, supaya mereka memberikan sedikit pengertian kepada para pengurus Gereja untuk mengikhlaskan diri saya yang masuk Islam. Janganlah mencari-cari saya, karena segala urusan yang menyangkut asset Gereja yang pernah saya pegang sudah diselesaikan dengan baik. Juga agar tak timbul konflik dengan warga kampung atau umat Islam yang mengetahui kisah ini, saya takut ada pihak ketiga yang memanfaatkan kondisi ini untuk mengacau. Sebab masalah menyangkut agama itu sangat sensitif & riskan sekali.
    Sekian penuturan saya, saya bahagia dalam keislaman saya, walau hidup pas-pasan saya sangat mensyukurinya karena tidak ada kepalsuan dalam keimanan Islam saya. Alhamdulillah Allah itu Maha Pengasih & Maha Penyayang, Allah telah memberi rejeki kepada saya & keluarga pak tua, order mulai banyak walau nilai penghasilannya mungkin cuma 10% dari nilai pendapatan saya dulu di gereja. Tetapi saya sangat mensyukurinya.
    Dikisahkan kembali oleh Rachmat Hidayat atau Paulus F. Tengker (nama Kristennya)
    Kisah ini dinyatakan oleh yang bersangkutan kepada M. Donny Setiawan, ketika beliau sedang berdiskusi & membahas kisah kesaksian 4 mantan Gembala Atas permintaan yang bersangkutan dengan alasan keamanan dirinya & orang-orang yang dekat dengannya, maka nama Mesjid, alamat Mesjid, nama persisnya Gereja tempat beliau dulu bekerja, tempat kost sdr. Rachmat Hidayat (Paulus F. Tengker) kami rahasiakan, mohon dimengerti & dimaklumi.

  15. wew Says:

    kenapa kalian benci kepada umat Islam…??

    ajaran Islam ga pernah memaksakan kepercayaan kepada siapapun…
    bagimu agamamu dan bagiku agamaku …

  16. yayo harefa Says:

    perbedaan jngnlah jadi pemecah belah kesatuan kita, kapan majunya klo bertengkAR TERUZ. WUJUDKAN INDONESIA YG MULTIKULTUR DALAM KESATUAN.

  17. teguh winarso Says:

    Orang Indonesia terlalau banyak debat Suci. Lebih baik debat tehnologi .Negara bisa maju pesat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: