Archive for Februari, 2008

Credit Point

Februari 21, 2008

Sapa sih loe?apaan sih loe? Pertanyaan seperti itu bagi warga Jakarta tidak terlalu bermakna. Di sini, kota pusat negeri ini, yang lebih bermakna adalah ‘berapa’, bukan ‘siapa’, ‘apa’, atau ‘kapan’.Tidak penting anda siapa, tapi seberapa banyak anda berpunya.

Kata ‘berapa’ merujuk pada angka. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘berapa’ dimaknai sebagai kata tanya untuk menanyakan bilangan yg mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu.  Berapa anda punya rumah, mobil, uang, dan mungkin istri. Di Jakarta, warga lebih melek angka dibanding melek huruf. Karena itu, jika bertemu, atau hendak bertemu, dengan warga Jakarta, tidak ada salahnya anda terlebih dahulu merapal angka-angka dan memahami filosofi di balik deretan angka-angka tersebut.

(more…)

Tiga Batang Rokok

Februari 17, 2008

Panta rei. Hidup itu mengalir seperti air. Semua selalu berubah serba tak pasti. Hanya perubahan itu yang pasti. begitu lagu lama yang diungkapkan filosof Yunani Heraklitos (edit: bukan Parmenides) berabad-abad kepungkur.

Roda hidup berputar menggelinjang mengikuti harmoni alam. Tiap detik (bahkan sepersekian detik), tiap menit, jam, hari, bulan, tahun, manusia menemui pengalaman berbeda, khas, unik. Karena berbeda itu, semestinya tidak ada kosakata jenuh, jengah, dan bosan, bahkan umpatan ‘ingin cepat mengakhiri hidup!’.
(more…)

Irexin

Februari 15, 2008

Banyak cara untuk sukses dalam berbisnis. Anda bisa menerapkan 1001 macam strategi agar bisa bertahan dalam persaingan usaha yang kian ketat. Anda juga bisa mencari mentor handal yang dapat mendampingi, memberi saran, dan kadang modal dalam membangun roda usaha.

Untuk memulai sebuah usaha baru, pertama anda harus punya niat. Jelas. Niat itu penting, karena tanpa niat, anda hanya akan jalan di tempat dan bisnis sekadar di awang-awang. Dan harus diingat, niat itu perlu tegas. Kalau niat anda ingin menjadi pengangguran, tentu tidak mungkin bisa berbisnis. Kalau anda punya keinginan menjadi babu, ya jangan harap bisa menjadi majikan. Intinya, tata lah niat anda.

Uang bukan segala-galanya. Begitu kata si pintar pemberi semangat bagi mereka yang kebingungan mencari kerja atau usaha baru. Banyak pengusaha sukses membangun kerajaan bisnisnya dengan hanya bermodal nekat dan duit cekak. Tapi saya ndak percaya betul. Uang memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya, apalagi di Jakarta, ya harus pakai uang toh. (more…)

Mboh

Februari 14, 2008

Urip sedino iki ora mutu!

Dadi pengen daptar Asykar Wathoniah.

Bersatu!

Februari 13, 2008

X: Besok palenten,bos..Sampean ono agenda nang endi?

Y: Iyo i..Tak mlaku-mlaku ae..

X: Nang Endi?

Y: Mboh. Pokoke mlaku-mlaku.

X: Ambek sopo?

Y: Bersatu.

X: Bersatu?

Y: Ya iyalah..bersatu. maksute dewe’an. Ndak berdua’an. Lha..aku durung duwe pasangan e…

ha..hu..ha..hu..

Februari 12, 2008

Setiap kali ada momen Kongres, Munas, Muktamar sebuah parpol ataupun organisasi kemasyarakatan biasanya membahas tentang tata tertib (Tatib) sidang. Penetapan Tatib itu lumrah dibahas di awal acara agar semua proses sidang berjalan baik dan terarah.

Aktivis Parpol, Ormas, atau mereka yang pernah berkecimpung di organisasi mahasiswa pasti paham soal materi-materi yang biasa dibahas dalam Tatib.

Salah satu yang dibahas adalah kriteria peserta sidang. Peserta Kongres, Muktamar, Munas, wa ala alihi wa ashabihi, biasanya dibagi menjadi dua: peserta penuh dan peserta peninjau. Peserta penuh memiliki hak bicara sekaligus hak suara. Sedangkan peserta peninjau hanya memiliki hak bicara dan tidak punya hak suara.

Dalam satu kesempatan di Kongres GP Anshor-organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama—pembagian kriteria ini mendapat protes dari beberapa cabang persiapan yang hanya menjadi peserta peninjau.

”Pasal 1, peserta penuh memiliki hak suara dan hak bicara. Sepakat?” kata pimpinan sidang yang dipimpin langsung Ketua Umum GP Anshor Syaifullah Yusuf.
”Sepakat!” jawab ratusan peserta Kongres serentak.

”Pasal 2, peserta peninjau hanya memiliki hak bicara dan tidak punya hak suara. Sepakat?” ucap Gus Ipul lagi.
”Interupsul (maksudnya interupsi dan usul), pimpinan sidang,” teriak salah satu peserta dari daerah Madura.
”Silakan.”
”Sebentar. Saya kurang setuju dengan bunyi pasal dua. Pasal itu diskriminatif dan mengekang teman-teman dari cabang persiapan,” ujarnya.
”Maksud anda?”
”Anda mengerti Bahasa Indonesia yang baik dan benar, nggak? Bunyi pasal itu jelas-jelas salah menurut EYD. Kalau kami hanya diperbolehkan berbicara tanpa punya suara, terus bagaimana ngomongnya? Apa harus pakai bahasa isyarat atau ngomong ha.hu.ha.hu. seperti orang bisu. Anda paham, tidak?”

Cerita ini pernah disampaikan Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal yang juga Ketua Umum GP Anshor Saifullah Yusuf.

Ujian Ke-Iman-an di Tahun Tikus

Februari 10, 2008

Tahun baru China telah lewat. Semua berlomba saling berucap: Gong Xi Fat…Coiiii..Pesta Imlek digelar meriah. Semua serba merah. Warna lain seakan tenggelam, termasuk warna kesukaan saya: biru daun. 😀

Tapi saya nggak mau laporan soal meriahnya pesta Gong Xi Fat..Coiii. Sudah banyak yang mbahasnya. Miturut kalender China, tahun ini adalah tahun tikus. Karena tahun tikus, mari bicara soal tikus saja. Menurut Ilmu Biologi, tikus itu masuk kategori kelas mamalia yang memiliki tulang belakang, berdarah panas, berkelenjar keringat, dan memiliki gladula mamae atau susu alias tit (tidak penting apakah tit-nya big atau small, sama tidak pentingnya dengan big ass dan small ass). (more…)

Scanner

Februari 10, 2008

X: Cak, anak saya diprediksi lahir akhir Maret. Insya Allah lanang.

Y: Alhamdulillah. Kok ngerti nek anakmu lanang? Wes di-scan tah?

X: %$*(^%$. USG maksutmu?

Y: Iya..USB.

Semiotika Jawa

Februari 8, 2008

Bahasa, verbal atau non-verbal, adalah cara untuk menyampaikan pesan, salah satu model untuk berkomunikasi. Terkadang tidak penting apakah bentuk bahasa yang kita ucapkan sudah sesuai dengan kaidah linguistif formal atau tidak, yang penting pesannya tersampaikan.

Kata orang-orang cerdas ahli semiotika, bahasa itu dipahami sebagai tanda. Tanda yang merepresentasikan komunitas tempat bahasa itu biasa terucap. Bahasa adalah produk budaya, sekaligus budaya itu sendiri. Ia khas, sama khasnya dengan kultur-tradisi si pengguna tanda. Halah..kok mbulet ngono yo? (more…)

NU..Berlagaklah Bodoh!

Februari 6, 2008

Ada banyak cara untuk menjadi presiden RI
Salah satunya rajin istigosah bersama Kyai.

Itu salah-satu bait puisi yang dicipta Acep Zamzam Noor, seniman sekaligus budayawan NU. Saya ndak tahu judulnya. Bait puisi itu dia ucap beberapa waktu lalu ketika singgah di Gedung PBNU.

Bukan tanpa sebab, jika tiba-tiba Acep yang masih punya garis keturunan darah biru NU itu mencipta bait puisi tersebut. Ia resah melihat NU, tepatnya politisi NU dan Kyai yang terseret ke panggung politik praktis tanpa reserve. (more…)