Disorientasi biasa-biasa saja

Lama blog ini dibiarkan mengendap. Sebabnya, saya terlalu sibuk memapah Evan berselancar di dunia abal-abal maya. Tepatnya, saya sendiri yang berselancar, menumpahkan segala sampah di otak dengan berlindung di balik punggung Saya Jr.

Mungkin saya tak terlalu pede berdiri tegak menengadahkan muka dan berkata pada dunia: inilah saya! saya yang biasa-biasa saja.  Bukan Evan yang masih seumur jagung dan tentu belum bisa baca-tulis, apalagi ngeblog. Awalnya saya enjoy berlindung di balik ketiak Evan. Saya berkunjung ke petarangan blog kawan-kawan dengan meminjam nama Evan. saya menulis apa saja dengan nama Evan. Dan seterus..dan seterusnya.

Tapi, lama-lama, saya merasa ada yang aneh. Kenapa saya harus mengumbar identitas Evan? Kenapa bukan identitas saya sendiri? Terasa aneh kalau tiba-tiba saya posting sesuatu yang ‘terlalu dewasa’, bahkan pisuh-memisuh, dengan mengidentifikasi diri sebagai Evan yang baru belajar berjalan dan melafalkan kata: papa..mama. Saya takut Evan lantas terlalu cepat dewasa ketika suatu saat melibat blog-nya berisi pisuhan-pisuhan tak bermutu dan letupan sampah dari otak papanya yang kadang (sering) ngeres.

Dulu, ketika blog Evan saya buat, tujuannya sederhana: sebagai semacam diary bagi Evan. Catatan tentang perjalanan hidup Evan, dari awal mengenal dunia, mengamati, dan belajar berucap a..b..c..Tapi blog terlalu luas jangkauannya dan menggoda saya untuk berkunjung, menelisik, menjejak dunia yang tak seharusnya dijangkau Evan sebelum waktunya. Karena kenakalan saya, Blog Evan mengalami semacam Disorientasi: Dewasa sebelum waktunya.

Karena Disorientasi itulah, saya akhirnya memutuskan untuk lebih mengaktifkan blog ini. Sementara blog Evan akan saya kembalikan ke khittohnya sebagai blog anak-anak, layaknya Taman Bermain ataupun Taman Nak-Kanak. Biarlah blog Evan berkembang normal dan saya yang biasa-biasa saja ini akan merambah dunia maya yang biasa-biasa juga dan bertemu saling pisuh dengan kawan-kawan yang biasa-biasa ataupun kawan lainnya yang senang bertegur sapa dengan saya.

3 Tanggapan to “Disorientasi biasa-biasa saja”

  1. kw Says:

    alah gitu aja gak pede. santai aka lagi. ayo jangan berhenti ngeblog

    lah iki justru mau lebih semangat mas. Cuma pindah orientasi ae.. 😀

  2. bambang Says:

    atau bikin yuswae.com aja

  3. Smithb749 Says:

    Vigamox Without A Script in Columbus kdfefdkeaedcedae

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: