Spanduk Adang-Dani Lebih Kreatif

Pilkada DKI telah memasuki tahap kritis. Dua kandidat yang bertarung, Adang Daradjatun-Dani Anwar dan Fauzi Bowo-Prijanto berlomba merebut simpati publik. Siapa yang menang? terserah lah. Yang penting Pilkada berjalan aman dan demokratis. Hanya saja, berbagai kejadian menarik eman untuk dilewati begitu saja. salah satunya isi materi kampanye dan spanduk tim kampanye dua kandidat ini.

Soal visi-misi, tawaran program jika terpilih..dua-duanya saya kira sama. semua cenderung normatif dan menjanjikan perbaikan. yang menarik justru perang spanduk. Spanduk dari kubu Fauzi Bowo-Prijanto memang terlihat dominan dari segi jumlah. 20 parpol, plus ormas pendukung semuanya memasang spanduk dengan isi yang cenderung sama: keberagaman. PPP= Bersatu Dalam Keragaman.PKB=Kebangkitan Dalam KeragamanDemokrat = Maju Dalam KeragamanPAN=Amanat Dalam KeragamanPartai-partai gurem= Berjuang dalam Keragaman.Semuanya selalu berakhir dengan frase keberagaman Fauzi-Prijanto sepertinya mengambil frase ‘keberagaman’ sebagai penanda.

Dengan dukungan 20 parpol lintas ideologi, lintas agama, dan ragam kepentingan, mereka bisa berkumpul menjadi satu mendukung cagub incumbent, idiom keragaman pantas mereka ambil. Cuma sayangnya, content spanduknya cenderung seragam dan monoton, dan menurut saya, ini tidak cukup efektif untuk menarik simpati publik. Spanduk Adang-Dani justru lebih kreatif. Idiom cenderung beragam, meski memiliki slogan utama: Benahi Jakarta! Mereka banyak menggunakan bahasa-bahasa gaul yang mudah diingat publik, semisal ‘Adang-Dani = News Idols’, Bosen Macet? Bosen Banjir? Pilih Adang-Dani.

Adang-Dani juga punya spanduk bernada pantun yang—meminjam istilah Tempo—enak dibaca dan ‘mungkin’ perlu. Mereka juga banyak melontarkan sindiran-sindiran cerdas dan menohok rival politik. Contohnya spanduk: Banyak Parpol=Banyak Kepentingan=Banyak Tagihan…Oh Seram. Spanduk seperti itu lebih mudah diingat publik. Tim Kampanye Fauzi-Prijanto sepertinya kerepotan melawan spanduk-spanduk kreatif itu. Mereka hanya mengandalkan spanduk ‘Perhimpunan Masyarakat Ogah Janji’ dengan bunyi: kecap apalagi neeh… terkesan kreatif, tetapi kurang mengena.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: