<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>catatan apa saja...</title>
	<atom:link href="http://yuswae.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuswae.wordpress.com</link>
	<description>sampah otak</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 11:49:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yuswae.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>catatan apa saja...</title>
		<link>http://yuswae.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yuswae.wordpress.com/osd.xml" title="catatan apa saja..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://yuswae.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Wartawan alumni sma 6?</title>
		<link>http://yuswae.wordpress.com/2011/09/29/wartawan-alumni-sma-6/</link>
		<comments>http://yuswae.wordpress.com/2011/09/29/wartawan-alumni-sma-6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 06:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuswae.wordpress.com/2011/09/29/wartawan-alumni-sma-6</guid>
		<description><![CDATA[Setiap penulis ataupun wartawan memiliki style sendiri dalam menulis. Pilihan kata dalam penulisan berita itu menyesuaikan dengan gaya medianya atau publik pembaca yang dibidik. Mungkin pula (ini mungkin lho ya) karena latar belakang si penulis/wartawan. Wartawan atau redaktur bola yang biasa pake kata &#8220;redam&#8221;, &#8220;taklukkan&#8221;, &#8220;bantai&#8221;, &#8220;tundukkan&#8221;, sepertinya pernah liputan perang, daerah konflik, atau paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=119&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="p_embed p_image_embed"></div>
<p><a href="http://yuswae.files.wordpress.com/2011/09/sikat1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-126" title="sikat" src="http://yuswae.files.wordpress.com/2011/09/sikat1.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p>Setiap penulis ataupun wartawan memiliki style sendiri dalam menulis. Pilihan kata dalam penulisan berita itu menyesuaikan dengan gaya medianya atau publik pembaca yang dibidik. Mungkin pula (ini mungkin lho ya) karena latar belakang si penulis/wartawan.<br />
Wartawan atau redaktur bola yang biasa pake kata &#8220;redam&#8221;, &#8220;taklukkan&#8221;, &#8220;bantai&#8221;, &#8220;tundukkan&#8221;, sepertinya pernah liputan perang, daerah konflik, atau paling tidak ex. desk kriminal. Kalau pakai kata &#8220;cukur&#8221; patut diduga si wartawan pernah kerja di salon. Sedangkan yang suka pakai kata-kata &#8220;hujani&#8221;, &#8220;petik&#8221;, &#8220;panen gol&#8221;, bisa jadi anak petani.</p>
<p>Nah, Wartawan atau redaktur bola yang nulis judul &#8220;SIKAT!&#8221; seperti gambar di atas kayaknya alumni SMA 6 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuswae.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuswae.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuswae.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuswae.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuswae.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuswae.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuswae.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuswae.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuswae.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuswae.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuswae.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuswae.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuswae.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuswae.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=119&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuswae.wordpress.com/2011/09/29/wartawan-alumni-sma-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae1b94b3a0b8f4a40f00e82b0ce7bbf5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuswae</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuswae.files.wordpress.com/2011/09/sikat1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sikat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“BEROBAT KE SINGAPORE!”</title>
		<link>http://yuswae.wordpress.com/2011/06/11/%e2%80%9cberobat-ke-singapore%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://yuswae.wordpress.com/2011/06/11/%e2%80%9cberobat-ke-singapore%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 19:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuswae.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda atau keluarga anda terindikasi akan menjadi “pesakitan” cukup bilang “sakit” dan “berobat ke Singapore!” “Berobat ke Singapore!” Ini jawaban yang paling mudah bagi siapapun untuk menghindar dari jeratan hukum. Ia seakan menjadi “mantra” untuk sejenak bisa terhindar segala urusan dengan aparat penegak hukum—kepolisian, jaksa, dan terutama KPK. Syukur-syukur bisa selamanya. Sebenarnya “Berobat ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=117&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><em>Jika anda atau keluarga anda terindikasi akan menjadi “pesakitan” cukup bilang “sakit” dan “berobat ke Singapore!”<br />
</em><br />
“Berobat ke Singapore!” Ini jawaban yang paling mudah bagi siapapun untuk menghindar dari jeratan hukum. Ia seakan menjadi “mantra” untuk sejenak bisa terhindar segala urusan dengan aparat penegak hukum—kepolisian, jaksa, dan terutama KPK. Syukur-syukur bisa selamanya.<span id="more-117"></span></p>
<p style="text-align:left;">Sebenarnya “Berobat ke Singapore!” bukanlah sebuah cara baru untuk menghindari jeratan hukum. Sejak negara yang di peta terlihat kecil seupil itu menjadi daerah lancongan utama para kaum berduit di republik ini, sejak itulah para calon “pesakitan” hukum menjadikan alasan “sakit” dan selanjutnya “berobat ke Singapore!” sebagai cara yang mumpuni untuk tidak secepatnya di-mejahijau-kan. Namun, frase itu kembali menjadi trending topic ketika jagad politik dan hukum diguncang oleh perilaku Nazaruddin dan Nunun Nurbaeti.</p>
<p style="text-align:left;">Nazaruddin, bendahara umum Partai Demokrat (sekarang mantan), menjadi selibriti baru di jagad infotainment politik. Semua membicarakan sepak terjangnya. Di mana-mana, ia menjadi bahan rerumpian yang sedang hot-hotnya. Dari istana presiden, ruangan wakil rakyat yang terhormat, pojok sekretariat partai politik, taman kampus, sampai warung tegal, tak berhenti membincang si Nazaruddin. Bahkan mungkin mereka yang ada di kamar remang-remang dan ruang sauna di kota sana juga kerap berdiskusi lirih soal sepak terjang politisi muda yang kariernya cepat meroket—dan cepat pula terjunnya—itu.</p>
<p style="text-align:left;">Nunun pun setali tiga uang. Semua yang berbau Nunun enak dirumpiin, dari soal koleksi tas yang harganya sulit dinalar oleh penjual tas kresek di pojok persimpangan jalan, hingga soal kelihaiannya keliling negara ASEAN (padahal bukan duta besar keliling). Pokoknya semua hal yang berkaitan dengan istri Adang Daradjatun—anggota DPR RI dari PKS, mantan Wakapolri, mantan calon gubernur DKI Jakarta—mungkin menjadi topik paling hangat bagi ibu-ibu sosialita Jakarta, pekerja media, hingga anggota komisi tiga.</p>
<p style="text-align:left;">Dua sosok inilah yang membuat mantra “berobat ke Singapore!” kembali terkenal.</p>
<p style="text-align:left;">Jika dirunut lebih jauh, “berobat ke Singapore!” sebenarnya memiliki benang merah dengan kebiasaan yang kita (atau anda? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) pupuk sejak di bangku sekolah dasar. Bukankah alasan berobat, sedang sakit, tidak enak badan, lazim dilakukan sejak kanak dulu? Tidak jarang ada murid yang karena malas masuk sekolah menjadikan “sakit” sebagai tameng untuk lepas dari kontrol sang guru, untuk menghindari hukuman pengurangan nilai mata pelajaran (atau mata kuliah). Agar ada dasar yang kuat, alasan “sakit” itu dilampiri bukti kuat berupa “surat keterangan sakit” dari dokter.</p>
<p style="text-align:left;">Inilah potret bangsa yang “sakit” dan penuh “pesakitan” tapi tidak kehabisan akal untuk menjadikan alasan “sakit” sebagai tameng agar terhindar dari “pesakitan”…Rakyat kecil mengelus dada, “sakit hati”, dan hanya mampu menggerutu sampai “sakit gigi” (*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuswae.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuswae.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuswae.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuswae.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuswae.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuswae.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuswae.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuswae.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuswae.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuswae.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuswae.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuswae.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuswae.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuswae.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=117&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuswae.wordpress.com/2011/06/11/%e2%80%9cberobat-ke-singapore%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae1b94b3a0b8f4a40f00e82b0ce7bbf5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuswae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Memang Begitu?</title>
		<link>http://yuswae.wordpress.com/2010/11/07/apa-memang-begitu/</link>
		<comments>http://yuswae.wordpress.com/2010/11/07/apa-memang-begitu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 14:21:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswae</dc:creator>
				<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuswae.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[“Dulu, saya telah menyusun tesis ketika saya belum terdaftar sebagai mahasiswa S2. Dan saat belum lulus S2, saya sudah menyusun disertasi untuk program doktoral saya. Kenapa? Karena saya tahu, ujungnya S2 itu yang buat tesis, dan S3 itu bikin disertasi.” Pernyataan itu keluar dari salah satu dosen saya, yang menyandang gelar guru besar di usia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=112&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Dulu, saya telah menyusun tesis ketika saya belum terdaftar sebagai mahasiswa S2. Dan saat belum lulus S2, saya sudah menyusun disertasi untuk program doktoral saya. Kenapa? Karena saya tahu, ujungnya S2 itu yang buat tesis, dan S3 itu bikin disertasi.”<br />
</em><br />
Pernyataan itu keluar dari salah satu dosen saya, yang menyandang gelar guru besar di usia muda. Ia menyarankan mahasiswanya untuk tidak menunda sesuatu yang dapat dikerjakan saat ini, untuk selalu selangkah lebih maju dibanding yang lain.<span id="more-112"></span></p>
<p>Bukan soal mudah, memang. Sebab, saya—dan mungkin banyak dari kita—menganggap enteng sebuah pekerjaan, tugas, atau apapun sejenisnya. Kita kerap berangg apan masih ada cukup banyak waktu untuk mengerjakan sesuatu. Jadi, kenapa harus terburu-buru? <em>Enjoy u’r </em>life. Begitu kira-kira. Tapi apa memang begitu?</p>
<p><em>Time is money</em>. Waktu adalah uang. Begitu pepatah yang sering kita dengar. Bahkan ada yang menyebut <em>time is more important than money</em>. Tapi pepatah itu kerap tak bermakna karena kita kesulitan mencari benang merah antara “waktu” dengan “uang”. Waktu adalah waktu, dan uang adalah lain hal. Jadi, antara waktu dan uang tidak bisa disejajarkan dan dianggap linier. Begitu kira-kira. Tapi apa memang begitu?</p>
<p>Waktu itu ibarat pedang. Demikian pepatah arab mengatakan. Jika kau tak mampu mengendalikannya, ia akan menyayatmu, mengirismu, dan membuatmu kesakitan. Bahkan, jika lebih tidak berhati-hati, waktu akan membuatmu sekarat, membunuhmu! Tapi apa benar begitu? Apa kita kerap merasa teriris karena abai akan waktu? Apa kita merasa sekarat dan mendekati kematian ketika membuang-buang waktu? Banyak yang merasa “tidak”. Mengulur-ulur waktu, meluangkan jeda, istirah, justru dianggap sebagai sesuatu yang lazim, mengatur energi agar kuat melewati “waktu” selanjutnya. Begitu kira-kira. Tapi apa memang begitu?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuswae.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuswae.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuswae.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuswae.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuswae.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuswae.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuswae.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuswae.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuswae.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuswae.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuswae.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuswae.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuswae.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuswae.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=112&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuswae.wordpress.com/2010/11/07/apa-memang-begitu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae1b94b3a0b8f4a40f00e82b0ce7bbf5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuswae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edy Joenardi dan Bebalnya Pengelola Bola Indonesia</title>
		<link>http://yuswae.wordpress.com/2009/11/01/edy-joenardi-dan-bebalnya-pengelola-bola-indonesia/</link>
		<comments>http://yuswae.wordpress.com/2009/11/01/edy-joenardi-dan-bebalnya-pengelola-bola-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 07:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswae</dc:creator>
				<category><![CDATA[info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuswae.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Membaca Kompas Minggu menguak banyak sisi tentang sulitnya membangun sepakbola nasional sebagai sebuah industri dan tontonan yang menghibur.  Ada banyak pihak yang ‘tidak rela’ dunia sepakbola kita menjadi professional karena takut kehilangan ladang pencahariannya. Saya teringat sosok pengusaha bernama Edy Joenardi yang beberapa waktu lalu begitu berhasrat membeli Persija.  Ada obsesi untuk mentransformasi Persija dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=109&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/01/02390964/membayangkan.ronaldo">Kompas Minggu</a> menguak banyak sisi tentang sulitnya membangun sepakbola nasional sebagai sebuah industri dan tontonan yang menghibur.  Ada banyak pihak yang ‘tidak rela’ dunia sepakbola kita menjadi professional karena takut kehilangan ladang pencahariannya.</p>
<p>Saya teringat sosok pengusaha bernama Edy Joenardi yang beberapa waktu lalu begitu berhasrat membeli Persija.  Ada obsesi untuk mentransformasi Persija dari yang sebelumnya menyusu pada ABPD DKI menjadi klub yang professional dan mandiri secara finansial.<span id="more-109"></span></p>
<p>Namun, niatnya kandas karena mendapat tentangan dari pihak-pihak tertentu yang merasa memiliki dan berjasa besar membangun Persija.  Edy akhirnya membeli klub yang lebih kecil, Persikad. Tapi dalam perjalanannya, ia kembali harus berhadapan dengan pengelola lama yang lagi-lagi merasa paling berjasa membangun Persikad dari nol.</p>
<p>Dulu, saat ramai-ramai Edy mau membeli Persija, banyak yang kaget. Karena hampir tidak ada yang mengenal sosok pengusaha bernama Edy Joenardi. Ia cukup misterius, rekam jejaknya sebagai pengusaha juga tidak banyak terekspose media. Siapa dia? Apa bisnisnya? Apa maunya? Kok ujug-ujug mau membeli klub sepakbola?</p>
<p>Seorang kawan bercerita, ia adalah salah seorang yang menjadi donatur kampanye sebuah partai besar dan salah satu calon presiden (bukan SBY-Boediono). Angkanya pun cukup besar. Dan sama seperti reaksi orang bola, Pak Capres juga sempat terkaget-kaget,”Siapa dia? Coba cek apa maunya?” Agak aneh, karena Edy juga tidak memperlihatkan ‘udang di balik batu’ ketika memberi sumbangan kampanye. Ia juga bukan (belum) tipe pengusaha yang suka meminta proyek dari pemerintah. ”Pokoknya nyumbang saja. Tidak jelas apa mau. Dia juga tidak pernah meminta konsesi apapun,” kata kawan saya.</p>
<p>Sebelum ramai dikutip wartawan bola, Edy Joenardi tidak banyak dikenal. Saat di-google, profile Edy hanya muncul di <a href="http://www.swa.co.id/swamajalah/portofolio/details.php?cid=1&amp;id=8922">Majalah Swa</a> sebagai pemain besar di lantai bursa yang berhasil menggelembungkan asetnya dari jual beli saham. ”Dia memang lihai bermain saham. Mengandalkan relasi bisnisnya di luar negeri, ia cepat mendapatkan informasi dalam menentukan pilihan berinvestasi dengan tepat,” tambah kawan saya yang banyak dekat dengan politisi dan pengusaha.</p>
<p>Kawan saya itu juga mengikuti sepak terjang Edy ketika menguakkan ketertarikannya untuk masuk dalam ‘industri’ sepakbola. Edy bahkan sudah menyiapkan deal dengan sebuah perusahaan olahraga untuk menjadi sponsorship jika jadi membeli klub sepakbola. ”Tinggal teken, Persija sudah bisa mendapatkan sponsor dengan angka cukup besar. Lumayan untuk biaya setengah kompetisi,” cerita dia.</p>
<p>Edy adalah contoh dari sedikit orang yang ingin masuk dalam ‘industri’ sepakbola nasional dan mengubahnya menjadi industri. Industri yang tidak sekadar ‘industri’. Industri yang tidak lagi merengek meminta anggaran dari pemerintah daerah. Industri yang tidak hanya beralih bentuk secara formal menjadi perseroan terbatas seperti Persija dan banyak klub lain, tapi prakteknya masih saja disuplay uang rakyat.</p>
<p>Edy adalah contoh dari sedikit pengusaha membentur tembok tebal bernama kebebalan pengolala sepakbola Indonesia yang enggan berubah. Padahal ada potensi, meski sedikit, sepakbola kita bisa menjadi industry professional dan layak tonton.Sekalipun banyak catatan buruk tentang sepakbola kita: kerusuhan suporter, adu tinju antar pemain, wasit,dll. Tapi sebagai sebuah tontonan rakyat, sepakbola Indonesia tetap menghibur. Banyak klub memiliki supporter loyal. Bahkan orang-orang yang mencibir mutu sepakbola kita, masih juga melirik siaran langsung di televisi (meski kadang dengan sembunyi-sembunyi).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuswae.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuswae.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuswae.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuswae.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuswae.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuswae.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuswae.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuswae.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuswae.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuswae.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuswae.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuswae.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuswae.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuswae.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=109&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuswae.wordpress.com/2009/11/01/edy-joenardi-dan-bebalnya-pengelola-bola-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae1b94b3a0b8f4a40f00e82b0ce7bbf5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuswae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8230;</title>
		<link>http://yuswae.wordpress.com/2009/10/26/108/</link>
		<comments>http://yuswae.wordpress.com/2009/10/26/108/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 11:36:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuswae.wordpress.com/2009/10/26/108/</guid>
		<description><![CDATA[Lama saya tidak menyentuh blog ini. Jangankan menyentuh, melongok pun tidak. Mungkin saya adalah salah seorang yang terjebak narsisme Facebook. Cukup tulis status pendek-pendek, siap mengudara. Sesuatu yang tak penting, tapi..ya begitulah..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=108&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lama saya tidak menyentuh blog ini. Jangankan menyentuh, melongok pun tidak. Mungkin saya adalah salah seorang yang terjebak narsisme Facebook. Cukup tulis status pendek-pendek, siap mengudara. Sesuatu yang tak penting, tapi..ya begitulah..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuswae.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuswae.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuswae.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuswae.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuswae.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuswae.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuswae.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuswae.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuswae.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuswae.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuswae.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuswae.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuswae.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuswae.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=108&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuswae.wordpress.com/2009/10/26/108/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae1b94b3a0b8f4a40f00e82b0ce7bbf5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuswae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rigth Issue vs Wrong Issue</title>
		<link>http://yuswae.wordpress.com/2009/04/12/rigth-issue-vs-wrong-issue/</link>
		<comments>http://yuswae.wordpress.com/2009/04/12/rigth-issue-vs-wrong-issue/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 11:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswae</dc:creator>
				<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[ngowos]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuswae.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi pekerja media di Indonesia itu gampang-gampang susah. Kita dituntut untuk tahu segala hal dan siap ditempatkan di desk manapun. Jangan heran, jika tiba-tiba anda dipindahkan ke pos liputan yang sama sekali tidak anda pahami. Boleh jadi, anda yang sarjana ekonomi diperintahkan liputan di desk kriminal. Adalah hal biasa, lulusan Pendidikan Agama Islam UIN/IAIN/STAIN, jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=104&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-105" style="border:1px solid black;margin:5px;" title="logo-bursa-efek-indonesia" src="http://yuswae.files.wordpress.com/2009/04/logo-bursa-efek-indonesia.jpg?w=450" alt="logo-bursa-efek-indonesia"   />Menjadi pekerja media di Indonesia itu gampang-gampang susah. Kita dituntut untuk tahu segala hal dan siap ditempatkan di desk manapun. Jangan heran, jika tiba-tiba anda dipindahkan ke pos liputan yang sama sekali tidak anda pahami.</p>
<p>Boleh jadi, anda yang sarjana ekonomi diperintahkan liputan di desk kriminal. Adalah hal biasa, lulusan Pendidikan Agama Islam UIN/IAIN/STAIN, jadi wartawan politik. Alumnus fakultas teknik, disuruh memantau pertandingan basket. Anda yang sama sekali tak paham hukum, sangat mungkin diperintah nongkrong di kejaksaan dan pengadilan. Dan apa boleh buat, anda harus siap! Tidak ada alasan: tidak bisa. Harus bisa—seperti judul bukunya Presiden SBY. Hahahaha.<span id="more-104"></span></p>
<p>Dampaknya, wartawan yang masuk pos baru harus jungkir balik memahami medan anyar. Pada awal-awal liputan, bersiaplah dimaki dan dicibir narasumber yang memperolok anda karena tidak paham materi yang dibincangkan. Kalau anda mujur, mungkin akan bertemu narasumber yang mau berbagi ilmu. Kalau tidak, ya sudah, terima nasib dan belajar otodidak. Toh sebagai pewarta, kita tidak harus menjadi pakar.</p>
<p>Belum lama ini, saya dipindah liputan ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah sekian lama liputan di politik, mewawancara politisi, menyoal manuver parpol, saya harus memahami pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG), aksi korporasi, dan mengamati laporan keungan perseroan. Ada istilah macam-macam yang semula tidak pernah saya dengar. Ada Emiten; padahal sebelumnya saya hanya mengenal uji emisi. Ada right issue; kok tidak ada wrong issue ya? Macam-macam lah.</p>
<p>Awal mewawancarai narasumber, saya tidak mampu berkata apa-apa. Saya duduk, memperlihatkan muka sok paham, tapi terdiam tanpa sekalipun melontarkan tanya. Cukup menyiapkan recorder, dan biarkan kawan media lain yang bertanya.</p>
<p>Setelah itu, selama berjam-jama saya harus men-transkrip hasil wawancara: apa adanya. Mengubahnya menjadi berita pun butuh waktu sangat lama, tidak seperti biasanya yang kadang cukup lima-sepuluh menit. Ketika menemukan kata-kata yang tidak dimengerti, saya langsung browsing di internet. Thanks google. GBU.</p>
<p>Selanjutnya, pelan-pelan saya mulai memahami sejumlah istilah ekonomi. Tetapi masih kesulitan mengikuti isu yang berkembang di lantai bursa. Tak jauh berbeda ketika dulu pertama kali saya belajar bahasa Jawa: paham artinya, tapi susah mengucapkannya.</p>
<p>Dan saat ini? Ya masih mumet.(*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuswae.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuswae.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuswae.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuswae.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuswae.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuswae.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuswae.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuswae.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuswae.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuswae.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuswae.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuswae.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuswae.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuswae.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=104&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuswae.wordpress.com/2009/04/12/rigth-issue-vs-wrong-issue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae1b94b3a0b8f4a40f00e82b0ce7bbf5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuswae</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuswae.files.wordpress.com/2009/04/logo-bursa-efek-indonesia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo-bursa-efek-indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikro&#8217;!</title>
		<link>http://yuswae.wordpress.com/2008/12/08/ikro/</link>
		<comments>http://yuswae.wordpress.com/2008/12/08/ikro/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 19:18:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswae</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngowos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuswae.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[”Ikro’!” (merokoklah!) ”Ma ana bi kori’.” (saya tidak punya korek) ”Ok. Ini saya punya korek. Silakan merokok sepuasnya.” Tapi soalnya tidak selesai sampai di situ. Ketika anda punya sebatang rokok, kawan anda menyuguhkan korek, lantas anda menyulut rokok tersebut, anda masih membutuhkan sebuah asbak. Asbak itu penting untuk mengurangi kekemprohan anda, menutupi habitus bangsa ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=101&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-99" title="asbak" src="http://yuswae.files.wordpress.com/2008/12/asbak.jpg?w=450" alt="asbak"   />”Ikro’!” (merokoklah!)<br />
”Ma ana bi kori’.” (saya tidak punya korek)<br />
”Ok. Ini saya punya korek. Silakan merokok sepuasnya.”</p>
<p>Tapi soalnya tidak selesai sampai di situ. Ketika anda punya sebatang rokok, kawan anda menyuguhkan korek, lantas anda menyulut rokok tersebut, anda masih membutuhkan sebuah asbak.</p>
<p>Asbak itu penting untuk mengurangi kekemprohan anda, menutupi habitus bangsa ini yang biasa membuang sampah serampangan. Bagi pecandu, rokok itu penting. Tapi bagi yang lain, ia sangat mengganggu, tidak sehat, dan dapat menyebabkan bau mulut. Rokok makin mengganggu jika anda tidak menyiapkan asbak, apapun lah namanya, untuk membuang latu dan puntung.</p>
<p>Seorang kawan jebolan pesantren melontarkan dalil serampangan, ”kullu syaiin asbakun.” segala sesuatu bisa menjadi asbak.<br />
<span id="more-101"></span><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-100" title="asbak-laci" src="http://yuswae.files.wordpress.com/2008/12/asbak-laci.jpg?w=450" alt="asbak-laci"   /></p>
<p>Asbak bisa dibikin dari apa saja. Batok kelapa, tanah liat, plastik. Bisa pula anda memanfaatkan gelas bekas ngopi atau bungkus rokok. Kalau tidak ada semua? Ya itu tadi,”kullu syaiin asbakun.” Anggap saja semua yang ada disekitar anda adalah asbak. Anda bisa membuang puntung rokok di manapun: trotoar, pojok ruangan, lantai bawah kursi, bahkan laci meja kantor.</p>
<p>Dalil ”kullu syaiin asbakun” itu jelas terlihat di sebuah ruangan yang biasa menjadi tempat diskusi. Asbak batok kelapa, gelas bekas ngopi, bungkus rokok kosong, dan botol fresh tea, seakan tak cukup menampung puluhan puntung rokok mereka. Dan laci meja yang seharusnya menjadi tempat menyimpan kertas kerja, hasil notulensi rapat, dan ATK, akhirnya menjadi tempat penampungan sampah-sampah dari mulut asbak yang tak berhenti menyemburkan asap.</p>
<p>Kenapa bisa seperti itu? Itulah kekuatan pikiran. Hahahaha. Sejumlah pakar motivasi sering menyampaikan betapa dahsyatnya kekuatan pikiran manusia. Batang tubuh manusia bergerak karena perintah otak. Pikiranlah yang menguasai tangan, kaki, dan mulut anda—entah kalau alat kelamin. Cara pandang anda terhadap dunia juga hasil olahan celebrum dan celebrelum.</p>
<p>Filsuf Yunani, Plato, begitu mengagungkan ide. Bagi dia, materi, sesuatu yang tampak oleh indrawi, hanyalah bayang-bayang semu dari dunia ide. Dunia fisik hanyalah bayang-bayang samar di dinding gua hasil pantulan dari sebuah ‘ide besar’ yang tak mungkin dipahami sepenuhnya oleh manusia. Dunia idea itu kekal, objektif, dan mempengaruhi pemikiran manusia. Benda fisik adalah serpihan-serpihan pengetahuan belaka.</p>
<p>Kembali ke asbak. Segala sesuatu dapat menjadi asbak jika pikiran anda menyebutnya demikian. Ini soal persepsi, yang menuntun tangan para perokok (rokiin) membuang puntung rokoknya ke laci meja yang lazimnya menjadi tempat menyimpan kertas kerja. Itu fenomena yang hampir sama ketika, di sebuah daerah terpencil, kita menemukan bekas kloset menjadi tempat penyimpanan beras atau air minum.</p>
<p>Embuh lah.(*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuswae.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuswae.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuswae.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuswae.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuswae.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuswae.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuswae.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuswae.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuswae.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuswae.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuswae.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuswae.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuswae.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuswae.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=101&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuswae.wordpress.com/2008/12/08/ikro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae1b94b3a0b8f4a40f00e82b0ce7bbf5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuswae</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuswae.files.wordpress.com/2008/12/asbak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">asbak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuswae.files.wordpress.com/2008/12/asbak-laci.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">asbak-laci</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marhamah Konstitusi</title>
		<link>http://yuswae.wordpress.com/2008/12/02/marhamah-konstitusi/</link>
		<comments>http://yuswae.wordpress.com/2008/12/02/marhamah-konstitusi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 18:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswae</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngowos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuswae.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda sedang rehat, punya waktu luang, ada baiknya melongok sejenak ke Mahkamah Konstitusi. Siapa tahu anda menemukan kejadian unik—mungkin juga lucu—dalam sidang sengketa Pilkada Jawa Timur. Sayang, sidang sengketa Pilkada yang melibatkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mujiono (Kaji) dan Sukarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) itu sudah usai. Mahkamah konstitusi akhirnya memutuskan agar KPU Provinsi Jawa Timur menggelar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=97&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda sedang rehat, punya waktu luang, ada baiknya melongok sejenak ke Mahkamah Konstitusi. Siapa tahu anda menemukan kejadian unik—mungkin juga lucu—dalam sidang sengketa Pilkada Jawa Timur.</p>
<p>Sayang, sidang sengketa Pilkada yang melibatkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mujiono (Kaji) dan Sukarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) itu sudah usai. Mahkamah konstitusi akhirnya memutuskan agar KPU Provinsi Jawa Timur menggelar pemungutan ulang di Bangkalan dan Sampang, dan penghitungan ulang di Pamekasan.</p>
<p>Kenapa ada kemungkinan muncul kejadian unik? Ya karena yang datang banyak orang Madura. Saksi yang diajukan dua pihak yang bersengketa—Kaji dan Karsa—sebagian besar adalah orang Madura. Suporter mereka juga mayoritas orang Madura. Dan&#8230;Ketua Mahkamah Konstitusinya orang Madura.<br />
<span id="more-97"></span><br />
Klop sudah. Untuk sejenak, orang Madura boleh berbangga bisa menguasai gedung megah di dekat Monas itu. Sayangnya, ternyata tidak semua orang Madura mengerti apa itu Mahkamah Konstitusi. Ada yang menganggap MK itu masih bersaudara dengan Khofifah Indar Parawansa.</p>
<p>”Saya diminta bu Khofifah untuk datang ke Marhamah (maksudnya: Mahkamah Konstitusi) di Jakarta. Katanya, Marhamah bisa memenangkan Bu Khofifah. Siapa sih Marhamah itu? Kok bisa memenangkan Bu Khofifah? Ada dia saudaranya Bu Khofifah?” tanya seorang pendukung Kaji.</p>
<p>Satu insiden lagi muncul ketika ada seorang saksi yang ditegur satpam MK karena hanya memakai sandal jepit.<br />
”Pak, mau kemana?”<br />
”Mau ikut sidang pak. Katanya saya diminta memberi kesaksian,” kata si saksi dengan percaya diri.<br />
”Maaf pak, di sini tidak boleh memakai sandal jepit,” kata Satpam.<br />
”O..gitu ya?”<br />
”Iya, Pak.”<br />
”Ya sudah, saya copot saja sandalnya,” ujarnya. Saksi itu lantas mencopot sandalnya, melenggang ke ruang sidang dengan kaki tanpa alas dan sandalnya ditenteng. Untung dia tidak pakai sarung. Kalau pakai, mungkin sarungnya juga disuruh mencopot.  (*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuswae.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuswae.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuswae.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuswae.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuswae.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuswae.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuswae.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuswae.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuswae.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuswae.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuswae.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuswae.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuswae.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuswae.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=97&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuswae.wordpress.com/2008/12/02/marhamah-konstitusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae1b94b3a0b8f4a40f00e82b0ce7bbf5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuswae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru</title>
		<link>http://yuswae.wordpress.com/2008/11/26/guru/</link>
		<comments>http://yuswae.wordpress.com/2008/11/26/guru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 07:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuswae.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Saya hidup di lingkungan guru. Ibuku guru. Semua pamanku dari keluarga ibu juga guru. Kakekku guru. Tapi aku tak mau jadi guru. Saya ingat saat masih sekolah di Madrasah Ibtidaiyah, pamanku yang tertua mengajar sejarah Islam. Ia suka sekali bercerita tentang kisah para nabi. Gayanya lugas, mudah dicerna, dan banyak diselingi humor segar. Setiap kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=94&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya hidup di lingkungan guru. Ibuku guru. Semua pamanku dari keluarga ibu juga guru. Kakekku guru. Tapi aku tak mau jadi guru.</p>
<p>Saya ingat saat masih sekolah di Madrasah Ibtidaiyah, pamanku yang tertua mengajar sejarah Islam. Ia suka sekali bercerita tentang kisah para nabi. Gayanya lugas, mudah dicerna, dan banyak diselingi humor segar. Setiap kali dia mengajar saya pasti bersemangat, dan teman sekelasku sepertinya terlihat bersemangat juga. Kami semua menunggu kisah-kisah baru.</p>
<p>Pamanku yang kedua tak pernah mengajar langsung. Ia hanya sesekali mengisi pelajaran ketika guru utama absen. Terakhir, setelah saya lulus, ia sempat menjadi kepala madrasah.</p>
<p>Pamanku yang ketiga mengajar IPS (ilmu pengetahuan sosial). Ia semacam ensiklopedia sosial berjalan. Wajahnya serius. Tak banyak humor. Tapi di luar kelas ia kadang melontarkan humor, humor ala madura.<br />
<span id="more-94"></span><br />
Ibuku? Ibu pernah satu-dua kali mengajar langsung di kelas. Waktu itu saya sudah kelas enam. Seingat saya, beliau mengajar sebagai guru magang. Semacam tugas akhir sekolah PGA (Pendidikan Guru Agama). Sampai sekarang ibu masih mengajar di madrasah yang sama.</p>
<p>Kakekku—semoga Allah menerima amal ibadahnya—adalah orang yang pertama kali memperkenalkan huruf hijaiyah. Bersama teman-teman sekampung, saya belajar a-ba-ta-sa-ja-ha dari beliau di musholla depan rumah. Di Madrasah, kakekku tak mengajar. Beliau adalah salah satu pendiri madrasah itu, dan menjadi ketua pengurus yayasan.</p>
<p>Ayahku sempat mengajar di sekolah formal, tapi di lain desa. Kini tidak lagi. Hanya mengajar mengaji di musholla depan rumah yang dia bangun pelan-pelan.</p>
<p>Saya hidup di lingkungan guru. Tapi saya tak mau jadi guru. Saat baru lulus SMA dan mau kuliah, kakek, nenek, ibu, dan tiga paman mengerubungiku. Mereka bertanya mau kuliah di mana dan jurusan apa. Tapi dalam satu titik,mereka kompak,”kami berharap kamu mau jadi guru.”</p>
<p>”Matematika atau fisika. Tapi aku tak mau jadi guru,” jawabku saat itu. Mereka kaget. Tapi tak mau memaksa. (Tak perlu dibahas kalau saya kemudian mengambil jurusan elektronika dan kini bekerja sebagai juru ketik—jauh dari otak-atik solder dan mikroprosesor).</p>
<p>Kenapa tak mau jadi guru? Entah. Seingatku, keengganan untuk menjadi guru itu muncul ketika SMP. Waktu itu, salah seorang guru, di sela-sela mengajar, melontarkan pernyataan mengagetkan. ”Kamu tidak perlu menjadi guru,” kata dia tanpa melontarkan alasan. Saya hanya menerka dari ekspresinya. Dan sejak saat itu, obsesi untuk menjadi guru hilang.</p>
<p>Seminggu lalu, tengah malam, saya menelepon ibu. Beliau bercerita baru saja gagal menjadi PNS karena faktor umur yang melewati batas maksimal. ”Saya gagal.” Ada nada kepasrahan, dan saya terdiam.</p>
<p>Bertahun-tahun ibu mengabdi menjadi guru. Ia berjuang untuk konsisten di jalur itu, meski dengan gaji yang bagi orang Jakarta mungkin hanya cukup untuk hidup dua hari. Sesekali, tapi tak pasti, ia mendapat bantuan dari pemerintah. Jumlahnya setara dengan biaya sewa rumah petak sederhana di Jakarta, sebulan.</p>
<p>Sebelum ada vonis gagal, ibu sering bercerita sedang mengajukan permohonan untuk menjadi PNS. Harapan itu tak kunjung datang. Kesabaran dan kepasrahan kadang ada batasnya. Setahun lalu, beliau sempat melontarkan keinginan untuk tak lagi menjadi guru. ”Bagaimana kalau saya berhenti saja menjadi guru?” kata ibu. Dari nadanya terkesan bukan bertanya, tapi mencari penegasan.</p>
<p>”Jangan! Jangan! Jangan!” jawab saya setengah berteriak. Dan saya menangis. Dan saya tak bisa melanjutkan tulisan ini&#8230;<br />
<em><br />
Terima kasih kepada <a href="http://pejalanjauh.com/2008/11/24/uken/">zen</a> yang mengingatkanku akan pentingnya guru dan ibu.</em> (*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuswae.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuswae.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuswae.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuswae.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuswae.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuswae.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuswae.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuswae.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuswae.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuswae.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuswae.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuswae.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuswae.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuswae.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=94&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuswae.wordpress.com/2008/11/26/guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae1b94b3a0b8f4a40f00e82b0ce7bbf5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuswae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demi Anakk Yg Tercinta</title>
		<link>http://yuswae.wordpress.com/2008/11/23/demi-anakk-yg-tercinta/</link>
		<comments>http://yuswae.wordpress.com/2008/11/23/demi-anakk-yg-tercinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 06:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswae</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuswae.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu (22/11) dini hari. Wajahnya tak tampak. Hanya secuil dengkul melongok dari balik gerobak. Sepertinya ia tertidur pulas. Melepas lelah setelah seharian mengais yang tersisa, menjumput yang terbuang. ’Demi Anakk Yg Tercinta’ Ia adalah salah satu potret kusut Jakarta. Potret yang sudah puluhan tahun diabadikan. Potret yang seakan tak pernah ’rusak’ meski diguyur ’hujan’. Hujan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=91&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://yuswae.files.wordpress.com/2008/11/demianak.jpg"><img class="size-full wp-image-92 aligncenter" title="demianak" src="http://yuswae.files.wordpress.com/2008/11/demianak.jpg?w=450" alt="demianak"   /></a></p>
<p>Sabtu (22/11) dini hari. Wajahnya tak tampak. Hanya secuil dengkul melongok dari balik gerobak. Sepertinya ia tertidur pulas. Melepas lelah setelah seharian mengais yang tersisa, menjumput yang terbuang.<br />
<span id="more-91"></span><br />
’Demi Anakk Yg Tercinta’<br />
Ia adalah salah satu potret kusut Jakarta. Potret yang sudah puluhan tahun diabadikan. Potret yang seakan tak pernah ’rusak’ meski diguyur ’hujan’. Hujan sumbangan, proyek APBD, APBN, dan lembaga donor, tak mampu merusak potret itu.</p>
<p>‘Demi Anakk Yg Tercinta’<br />
Ia jelas tak tahu malam itu ada ratusan manusia yang ‘nongkrong-ngopi-ngudud-nggacor’ di sebuah bunderan, salah satu simbol ibukota. Ia juga tak tahu esoknya ada pesta, pesta untuk susiati. Ya ia tahu mungkin hanya senyum manis mengembang dari seorang bocah yang selalu menunggu kedatangannya.</p>
<p>‘Demi Anakk Yg Tercinta’<br />
Anak adalah buah hati, bukan buah dada. Ia jelas tidak peduli dengan ratusan, bahkan ribuan buah dada, yang bertebaran di setiap sudut remang ibukota. Buah dada yang menunggu dijamah. Buah dada yang pemiliknya menunggu asupan kertas bergambar pahlawan.</p>
<p>’Demi Anakk Yg Tercinta’<br />
Bagi yang masih percaya, anak adalah adalah titipan Ilahi. Titipan yang harus dijaga agar tumbuh, berkembang, berguna, dan menjumput cita-cita tertunda dari orang tuanya.</p>
<p>’Demi Anakk Yg Tercinta’<br />
Ini adalah sifat alamiah makhluk hidup. Tak hanya manusia, burung pun sibuk mencungkil makanan untuk anak-anaknya yang menunggu di sarang. Ia membanting tulang, bahkan membanting apa saja, agar esok anaknya bisa tersenyum. Ia bukan orang yang serakah dan panik saat harga saham rontok. Ia tak peduli apa itu suspend. Yang ia harapkan hanya senyum mengembang dari anak-anaknya.</p>
<p>’Demi Anakk Yg Tercinta’<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.(*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuswae.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuswae.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuswae.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuswae.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuswae.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuswae.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuswae.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuswae.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuswae.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuswae.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuswae.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuswae.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuswae.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuswae.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuswae.wordpress.com&amp;blog=1324229&amp;post=91&amp;subd=yuswae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuswae.wordpress.com/2008/11/23/demi-anakk-yg-tercinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae1b94b3a0b8f4a40f00e82b0ce7bbf5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuswae</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuswae.files.wordpress.com/2008/11/demianak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">demianak</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
