Jika anda sedang rehat, punya waktu luang, ada baiknya melongok sejenak ke Mahkamah Konstitusi. Siapa tahu anda menemukan kejadian unik—mungkin juga lucu—dalam sidang sengketa Pilkada Jawa Timur.
Sayang, sidang sengketa Pilkada yang melibatkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mujiono (Kaji) dan Sukarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) itu sudah usai. Mahkamah konstitusi akhirnya memutuskan agar KPU Provinsi Jawa Timur menggelar pemungutan ulang di Bangkalan dan Sampang, dan penghitungan ulang di Pamekasan.
Kenapa ada kemungkinan muncul kejadian unik? Ya karena yang datang banyak orang Madura. Saksi yang diajukan dua pihak yang bersengketa—Kaji dan Karsa—sebagian besar adalah orang Madura. Suporter mereka juga mayoritas orang Madura. Dan…Ketua Mahkamah Konstitusinya orang Madura.
Klop sudah. Untuk sejenak, orang Madura boleh berbangga bisa menguasai gedung megah di dekat Monas itu. Sayangnya, ternyata tidak semua orang Madura mengerti apa itu Mahkamah Konstitusi. Ada yang menganggap MK itu masih bersaudara dengan Khofifah Indar Parawansa.
”Saya diminta bu Khofifah untuk datang ke Marhamah (maksudnya: Mahkamah Konstitusi) di Jakarta. Katanya, Marhamah bisa memenangkan Bu Khofifah. Siapa sih Marhamah itu? Kok bisa memenangkan Bu Khofifah? Ada dia saudaranya Bu Khofifah?” tanya seorang pendukung Kaji.
Satu insiden lagi muncul ketika ada seorang saksi yang ditegur satpam MK karena hanya memakai sandal jepit.
”Pak, mau kemana?”
”Mau ikut sidang pak. Katanya saya diminta memberi kesaksian,” kata si saksi dengan percaya diri.
”Maaf pak, di sini tidak boleh memakai sandal jepit,” kata Satpam.
”O..gitu ya?”
”Iya, Pak.”
”Ya sudah, saya copot saja sandalnya,” ujarnya. Saksi itu lantas mencopot sandalnya, melenggang ke ruang sidang dengan kaki tanpa alas dan sandalnya ditenteng. Untung dia tidak pakai sarung. Kalau pakai, mungkin sarungnya juga disuruh mencopot. (*)
Desember 2, 2008 pukul 7:05 pm |
Di depan MK bakalan banyak yang jual sate madura nih, hehe
Desember 2, 2008 pukul 9:01 pm |
iyo, aku tadi senyum2 sendiri liat acara sidangnya. jadi inget kalo satuhan punya kasus dan disidang oleh Tuhan ya
Desember 3, 2008 pukul 2:02 am |
hahaha. bagian terakhire ngga cuma bikin ngakak, tapi juga mengingatkan pada katenbadnya alyak. hahahaha
Desember 3, 2008 pukul 3:07 am |
wekekeke…meduro gendeng…
Desember 3, 2008 pukul 4:32 am |
Ahahaha… Kok polos banget yah…
Desember 3, 2008 pukul 6:10 am |
hahahhahaha …. itu nyata tah?
Desember 3, 2008 pukul 9:52 am |
sing penting ojo jotos jotosan mas yo…
Desember 3, 2008 pukul 1:53 pm |
kalo sarung dicopot gimana ya? wakakkaaa…
Desember 3, 2008 pukul 1:58 pm |
orang itu saya akui pinter! Joss!!
Desember 3, 2008 pukul 3:01 pm |
hahahah lucu kang.
btw coblosan ulang ya. wah kalo di bangkalan mesti gara-gara si RKH ituh….
Desember 4, 2008 pukul 1:13 am |
wakakakaka…..
Desember 4, 2008 pukul 2:36 am |
beneran nih?
lucu
alhamdulillah kalem2 temen2 dari maduranya
Desember 4, 2008 pukul 7:30 am |
akhire sekarang diulang maning to ning meduro….
Desember 4, 2008 pukul 8:32 am |
saol pilkadal….
mung pingin do milih pemimpin pekok ae, ning ngenteki dite rakyat!!!
Desember 4, 2008 pukul 9:04 am |
wakakak hidup madura
Desember 7, 2008 pukul 3:46 am |
da rema! wah jann, wong meduro ki wiss..
Desember 16, 2008 pukul 5:53 am |
hwuasem…lucu..jiakakaka