Saya dan Karl Marx

Kata banyak orang, tanggal kelahiran itu sesuatu yang spesial. Ultah adalah penanda untuk mengingat seberapa jauh kita melangkah. Ultah itu ibarat tempat ngaso, istirah sebentar, mengurai kenangan,merenung, dan merefleksikan semua. Karena itu, setiap tahun selalu dirayakan. Ada ritual tiup lilin, potong kue, dan mungkin rangkaian balon warna-warni.

5 Mei adalah ulang tahun saya. Spesialkah hari itu buat saya? Mungkin. Setiap tahun, saya selalu memiliki hasrat untuk merayakannya. Tapi tidak kesampaian. Pas hari H, biasa saja. Seakan tidak ada yang istimewa. Tidak ada perayaan, apalagi kue tart, lilin, dan kiriman kado. Ucapan selamat dari karib dan kolega dekat hampir tidak ada apalagi bidadari pengiring saat tiup lilin. Kadang timbul rasa iri pada yang lain, entah itu kawan dekat atau orang yang tidak saya kenal, yang selalu merayakan hari penanda lahirnya. Saya ingin merasakan meriahnya merayakan ultah.

Kadang saya ingin woro-woro pada semua: 5 Mei itu ultah saya lho..biar ada yang ngasih kejutan. Tanpa hadiah pun tak masalah, yang penting ada yang mengucap kata selamat. Di siram air comberan, atau wedang kopi…oke lah. Saya siap dan senang-senang saja. ah tapi malu..saya isin.

Saya nulis ini bukan untuk woro-woro. Wong ultah saya masih lama. Saya tergerak menulis soal ini, karena tiba-tiba ingat pengalaman lima tahun lalu (2002) di Malang. Menjelang ultah, saya berpikir, memutar otak, bagaimana caranya agar moment kelahiran saya tahun ini bisa dirayakan tanpa perlu narsis memberitahu sebelumnya pada banyak orang.

Aha…saya baru ingat. Ultah saya kan sama dengan Karl Marx. Saya lahir 5 Mei 1980, Marx 5 Mei 1818. Akhirnya saya berinisiatif menggelar diskusi In Memoriam Karl Marx. Diskusi terbatas itu mengulas pemikiran tokoh yang dikenal dengan manifesto komunisnya. Saya undang temen2 sesama pengangguran dan mahasiswa pemalas sekadar ngomong ngalor-ngidul soal Marx. Saya juga undang seorang frater dari Seminari Karang Besuki untuk jadi Narasumber.

Diskusi berjalan lancar, guyub, gayeng. Frater memberi pengantar bahwa Marx itu begini..begitu..bla..bla..bla..Audiens menanggapi. Tidak penting apakah pembahasannya mendalam atau tidak. Semua diberi kesempatan untuk ngomong apa aja. Omdo (omong doang) tak jelas..ora masalah..Mau agak serius dan akademis ok. Sing penting hasil akhirnya..saya bisa woro-woro: hari ini ulang tahun saya juga lho, sama seperti Karl Marx.

Asem.kampret.Jancok. Kita dikibuli. Kata temen2.Dasar. Semua mengumpat tapi sambil tertawa menyindir saya yang memang tidak pernah merasakan nikmatnya merayakan ulang tahun. Gelas-gelas kopi yang saya sediakan untuk mereka akhirnya melayang. Semua isinya ditumpahkan ke kepala saya. Bak cucian yang penuh rinso pun diguyur. Kali ini saya yang mengumpat: jancok!

Ulang tahun saya masih lama..tapi saya ingin merasakan kebahagiaan yang sama seperti lima tahun lalu. Bersama kawan sesama penggemar kopi tubruk, berdiskusi tentang apa saja dan ngerasani tokoh2 yang tidak pernah saya kenal secara pribadi.

5 Tanggapan to “Saya dan Karl Marx”

  1. be samyono Says:

    kayaknya tanggal ultah kita gak beda jauh… :) gw 02 mei :). sama persis dengan ki hajar dewantoro…sama persis hari dan wetonnya.

    salam kenal :)

  2. yuswae Says:

    @Be Samyono: Wah kita bisa ultah bareng nih.. :-)

  3. yacobyahya Says:

    Tanggal 1 Mei adalah hari buruh. Jadi kaum pekerja sedunia rame2 buat pemanasan ultah sampeyan. Hehehe… Salam kenal…

  4. yuswae Says:

    @yacob yahya: iya ya…saya kan juga buruh..
    Ya wes, tar tak bikin ultah pemanasan 7 hari 7 malam nanggap wayang.. hahahaha

  5. antown Says:

    kalo saya lahir kalo nggak salah pas gerhana matahari, itu[un tahunya dari buka2 internet ada apa sih kejadian tangal segitu. Kurang kerjaan banget ya saya…?!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: